KISAH CINTA PALING INDAH DALAM ISLAM

Hati lailahaileloh

Hati lailahaileloh di jendela kaca

Hati sendok

Hati muhammad di tangan

Hati Muhammad .

 

KISAH CINTA PALING INDAH DALAM ISLAM

1. Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra

Cinta Ali dan Fatimah luar biasa indah, terjaga kerahasiaanya dalam sikap, ekspresi, dan kata, hingga akhirnya Allah menyatukan mereka dalam suatu pernikahan. Konon saking rahasianya, setan saja tidak tahu menahu soal cinta di antara mereka. Subhanallah.

Ali terpesona pada Fatimah sejak lama, disebabkan oleh kesantunan, ibadah, kecekatan kerja, dan paras putri kesayangan Rasulullah Saw. itu. Ia pernah tertohok dua kali saat Abu Bakar dan Umar ibn Khattab melamar Fatimah sementara dirinya belum siap untuk melakukannya. Namun kesabarannya berbuah manis,lamaran kedua orang sahabat yang tak diragukan lagi kesholehannya tersebut ternyata ditolak Rasulullah Saw. Akhirnya Ali memberanikan diri. Dan ternyata lamarannya kepada Fatimah yang hanya bermodal baju besi diterima. Lagi

Roh pulang jenguk rumah Oleh SITI NOR AFZAN KASIMAN

 

Roh pulang jenguk rumah

 

Oleh SITI NOR AFZAN KASIMAN

PADA bulan Ramadan, ramai waris yang mengambil kesempatan untuk membersihkan kubur ahli keluarga. – Gambar Hiasan

 


 

SEWAKTU kecil-kecil dahulu, apabila menjelang sahaja 15 Ramadan, kebanyakan rumah di kampung mula dihias dengan pelita minyak tanah, terutamanya di sepanjang jalan masuk ke kawasan halaman rumah.

Selain membangkitkan mood raya yang bakal menjelang, pemasangan pelita, jamung mahupun panjut di sesetengah kawasan dikatakan sebagai meraikan kepulangan roh-roh keluarga untuk melihat waris-waris yang ditinggalkan.

“Apa yang saya dengar daripada cerita orang tua-tua, apabila tiba sahaja bulan Ramadan, semua roh umat Islam akan berkumpul di Luh Mahfuz.

“Roh-roh ini akan memohon kepada Allah S.W.T untuk kembali ke dunia namun tidak semuanya mendapat peluang tersebut. Roh yang baik, yang banyak amalan semasa hayatnya, dikatakan dibenarkan pulang manakala roh yang kurang amalan tidak dibenarkan kembali ke dunia.

“Apabila roh dibenarkan pulang, perkara pertama yang akan mereka lakukan ialah kembali ke kubur untuk melihat jasad mereka. Karena itu jugalah, pada bulan puasa, masyarakat Melayu lebih rajin membersihkan kubur. Lagi

Renungan Ujian Untuk Aku. @ Sabarladiriku

 

Renungan untukku  ujian Tadabur .

 

 Renungan Ujian Untuk Aku.

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar.

Bila Allah turunkan ujian, Selalu aku bertanya, Kenapa aku yang terpilih? Kenapa aku mesti diuji? Apa salah aku sehingga aku harus menerima ujian ini? Mereka, mereka juga seperti aku, Malah mereka lebih lalai dari padaku, Tetapi kenapa kesenangan hidup tetap Allah berikan? Kenapa limpahan nikmat Allah curahkan?

Saat itu kakiku mula layu, Bagai langkah ku tiada arah tuju, Akhirnya disitu aku Berlutut, Berserah diri hanya pada Yang Satu.

Ya Allah, aku hambaMu yang tamak, Tamakkan nikmat dunia, Sedangkan Kau telah memberi aku nikmat yang terlalu banyak, Yang tak tertanding nilainya dengan setitis ujian Kau berikan.

Ya Allah, aku lupa bahwa Engkau Maha Berkuasa, Aku lupa nikmat dunia hanya sementara, Aku lupa semua ini pinjaman semata, Yang jika aku kejar, maka jauhlah aku dari syurga.

Ya Allah, ujianMu tarbiyah buat diriku, Untuk aku mengenang dosa yang lalu, Supaya bertambah keimananku, Untuk tetap berada dijalanMu. Mungkin ku pandang ujian itu terlalu besar, Sedangkan itu tanda kasihMu kepada hambaMu, Aku tahu Engkau rindukan suaraku memohon doa, Engkau rindu ungkapan dari hatiku, Maka turunlah ujian sebagai hadiah buatku.

Ya Allah, tiada apa yang lebih aku harapkan, Hanya kekuatan dan ketabahan untuk aku terus mentaatiMu, Untuk aku melawan kesedihanku, Untuk aku tetap percaya, takdirMu adalah yang terbaik buatku.

Teruslah menyayangiku Ya Allah, Jangan pernah lupakan aku hambaMu yang hina ini, Aku tidak mau berjauhan dariMu, Karena aku yakin sesungguhnya ujian itu sebenar-benar rahmat dariMu.

. Firman Allah SWT  “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” [Al-Ankabut : 2-3]

Semoga bermanfaat..

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih

Previous Older Entries

%d blogger menyukai ini: