*** PACARAN (KREDIT ZINA) ***

 

Pacaran zinah

*** PACARAN (KREDIT ZINA) ***

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar.

Sebuah Fanspage di Facebook membuat aku tersenyum. Lucu tapi bermakna sangat luar biasa. Sampai aku berfikir untuk menulisnya disini.
“Pacaran (Kredit Zina)”, kok bisa ya pacaran di sebut kredit zina?
Oh..ternyata memang benar. Bahwa pacaran itu kredit zina. Kenapa demikian? karena orang pacaran tidak mau bayar kontan, (melamar dan langsung menikah). Alasannya, belum siap, belum ada modal, uangnya belum cukup dll.
Karena tidak mampu melawan hawa nafsunya, akhirnya pacaran dan Zina di kredit. “Ya udah kita jalani dulu. Entar kalau aku sudah siap ,kita nikah.” (Modus Zina nih… ).”Tunggu beberapa bulan lagi ya, sayang.” (Kreditnya udah mulai nie.. ).
Padahal kalau belum siap ,tidak usah memberi harapan. Layaknya kita kredit sebuah barang. Tiap bulan kita harus bayar dan barang sudah di pake dan disentuh. Ketika setoran macet dan kita tidak mampu membayarnya, maka barang itu kita lepas dan ditarik pemiliknya.
Sama halnya dengan kredit zina. Telphon, manggilnya sayang (bayar zina), SMS dengan khayalan (bayar zina), ketemuan (bayar zina), pegang-pegangan tangan ,bahkan ada yang sampai melakukan yang di lakukan suami istri (bayar zina).
Setelah berbulan-bulan hal itu dilakukan namun tak lunas-lunas (Tak dilamar). Pada akhirnya si pengkredit tak mampu membayar dengan kontan ( dengan halal). Maka di tinggalkan lah dan yang di kreditpun tidak mau trus di PHP’in.
Dosa sudah terkumpul banyak, barang sudah bekas pakai , hati di sakitin dan bahkan akhlak dan iman di hancurkan. Astaghfirullah…
Yuk sahabat ! Kita jauhi Zina dan Kredit Zina. Jangan mau diberi janji-janji palsu. Karena laki – laki yang baik tidak akan mengajak pacaran dan wanita yang baik tidak akan mau di ajak pacaran.
Mencintailah karena Allah dan bencilah karena Allah juga. Anda bukan barang kreditan tapi anda mutiara dan intan berlian, yang hanya bisa di dapat dengan jaminan mahar dan di bayar kontan.
Setuju???

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

{Al-faQir Mengharap Ridhoillahi }

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: