*** Muhasabah Diri ***

Muasabah Power

Muasabah diri kata 2

Muasabah

 

*** Muhasabah Diri ***

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar….

Apa yang bisa kau banggakan dengan ketinggian ilmu yang ada pada dirimu,wahai saudaraku?
Padahal telah kau ketahui bahwa ilmu bisa menjadi bumerang di Hari Pembalasan.

Apa yang kau banggakan dengan banyaknya amalanmu wahai saudaraku? Padahal belum ada satu amalan pun yang kau ketahui dengan pasti telah diterima oleh Allah.

Apa yang menjadikanmu merasa aman dari adzab Allah wahai saudaraku? Padahal jaminan sebagai ahli Surga belum ada di tanganmu.

Tidakkah kau perhatikan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, yang ketika menjelang ajalnya saja tiba-tiba menangis sehingga orang-orang bertanya kepadanya:
“Apa yang membuatmu menangis?”
Beliau menjawab:
“Jauhnya perjalanan, sedikitnya perbekalan dan banyaknya aral rintangan. SEMENTARA TEMPAT KEMBALI BISA KE JANNAH, BISA JUGA KE NAAR.”
[Shifaatush Shafwah (I/ 694), Ibnul Jauzi]

Tidakkah kau ketahui Adh-Dhahhak bin Muzahim rahimahullah, yang apabila datang sore hari beliau menangis.
Ada orang yang bertanya:
“Apa gerangan yang membuatmu menangis?”
Beliau menjawab:
“Aku tidak tahu, amalanku yang mana yang naik ke langit
(diterima Allah) pada hari ini.”
[Shifaatush Shafwah (IV/150)]

Duhai hamba-hamba Allah Ta’ala yang sedang meniti jalan menuju Rabbnya, janganlah ketinggian ilmu, banyaknya amalan dan luasnya rahmat serta ampunan Allah menjadikan dirimu MERASA AMAN dari adzab-Nya.

Ketahuilah bahwa:
“RUSAKNYA HATI ADALAH KARENA MERASA AMAN (dari adzab Allah)….” (Al-Fawaid, Ibnu Qayyim al-Jauziyah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seandainya kalian TIDAK PERNAH BERBUAT DOSA, maka aku benar-benar khawatir akan menimpa kalian SESUATU YANG LEBIH BESAR DARIPADA ITU, yaitu UJUB, UJUB.” [Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 658)]

Adz-Dzahabi rahimahullah menegaskan:
“Demi Allah, Allah tidak akan memberikan kemenangan kepada orang yang MENGANGGAP SUCI DIRINYA atau BERSIKAP UJUB.” [Siyaru A’laamin Nubalaa’ (IV/190)]

Nas’alallohu Assalamah Wal’aafiah

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: