SYAFA’AT

 

Syafaat

Syafaat nabi 4

Berdoa pada allah

Berdoa pada allah 1

Berdoa itu perlu

 

Syafa’at adalah mutlak milik Alloh yang diberikan kepada yang di Ridhoi.
Rasulullah bersabda : Orang yang paling berhak mendapat syafaatku di hari Kiamat nanti adalah yg paling banyak ber-shalawat kepadaku.” (HR Tirmidzi)

” Tiada yang dapat memberi syafa’at disisi Alloh kecuali dengan izinnya. (QS.al-Baqarah25)

” Hanya kepunyaan Alloh syafa’at itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepadaNyalah kamu dikembalikan.”(QS.az-Zumar 44)

Alloh tidaklah ridha kecuali kepada tauhid dan tidak mungkin dia ridha kepada kekufuran , Alloh berfirman : ” Jika kamu kafir maka sesungguhnya Alloh tidak memerlukanmu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hambanya dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu”(QS.az-Zumar7)

Mudah-mudahan kita semua mendapat syafaat dari Alloh sebagai umat Nabi Muhammad. Janganlah menjadi kafir mengingkari Alloh dan Rasul Nya.

“Pada hari itu tidak berguna syafa’at kecuali orang yang telah Alloh beri izin kepadanya dan dia telah meridhoi perkataannya”(QS.Thaha ayat 109)

Lakukan semua perilaku hanya mengharap ridhonya Alloh saja adalah salah satu syarat mendapat syafaatNya.

“Dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhoi Alloh dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepad Nya(QS.al-Anbiya(28)

Milikilah kemuliaan hakiki yang disukai Alloh yang insyaalloh mendapatkan syafa’at sesuai janji Nya.

Sebagian sikapnya adalah :
– Menyempurnakan ketaatan kepadanya “Barang siapa yang menghendaki kemuliaan maka bagi Alloh lah kemuliaan itu semuanya”(QS.Fathir 10)
– Mengikuti sunnah Rasulullah sesuai tingkat ketaqwaannya dan jangan mengingkari ajaran yang Rasul bawa, “Dibuat hina dan rendah orang yang menyelisihi perintahku (HR.Ahmad)
– Beriman untuk Alloh dan belajar ilmu agamnya, “Alloh akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat”(QS.Mujadilah 11)
– Belajar memiliki akhlak Tawadhu yaitu tidak sombong mengkhususkan Alloh saja niatnya, “Dan tidaklah seseorang tawadhu karna Alloh kecuali Alloh akan memgangkat derajatnya”(HR.Muslim)
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah dibandingkan doa.” (HR. At Tirmidzi)

Dari an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu’anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa adalah intisari ibadah.”

Kemudian beliau membaca ayat (yang artinya), “Rabbmu berfirman: Berdoalah kalian kepada-Ku niscaya Aku kabulkan permintaan kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku pasti akan masuk ke dalam Jahannam dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60) (HR. Tirmidzi dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani)

Dalam hadits yang lain, dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, beliau berkata, “Seutama-utama ibadah adalah doa.” Lalu beliau membaca ayat (yang artinya), “Rabbmu berfirman: Berdoalah kalian kepada-Ku niscaya Aku kabulkan permintaan kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku pasti akan masuk ke dalam Jahannam dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60) (HR. al-Hakim dalam al-Mustadrak)

Doa adalah ibadah. Ibadah hanyalah kepada Allah. Berdoa hanyalah kepada Allah. Namun sebagian kaum muslimin masih saja berdoa kepada malaikat, kepada Rosulullaah, kepada orang yang sudah wafat. Kita dilarang menyembah selain Allah. Artinya kita juga dilarang berdoa kepada selain Allah.
Banyak kaum muslimin yang keliru dalam berdoa memohon syafa’at Rosulullaah justru berdoa kepada Rosulullaah Shalallahi’alaihiwasalam. Jangan lah berdoa “Ya Rosululaah, berikanlah syafa’at kepada kami” dan yang semisal dengan itu, tetapi berdoalah “Ya Rabb, jangan Engkau tutup syafa’at RosulMu kepada kami” dan yang semisal dengan itu.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: