BEBERAPA CONTOH SIFAT RASA TAKUT

Takut
Mutia Sumayya Al Barru

BEBERAPA CONTOH SIFAT RASA TAKUT

PERTAMA : Takutnya para Malaikat :
“Mereka merasa takut kepada Rabb-nya, dan mereka melakukan apa-apa yang diperintahkan Allah.” (QS An-Nahl : 50)

KEDUA : Takutnya Nabi shallallahu alaihi wasallam :
“Bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam jika melihat mendung ataupun angin maka segera berubah menjadi pucat wajahnya. Berkata A’isyah radiyallahu anhu: “Ya Rasulullah, orang-orang jika melihat mendung dan angin bergembira karena akan datangnya hujan, maka mengapa anda cemas?” Jawab beliau Shallallahu Alaihi Wasallam: “Wahai A’isyah, aku tidak dapat lagi merasa aman dari azab, bukankah kaum sebelum kita ada yang diazab dengan angin dan awan mendung, dan ketika mereka melihatnya mereka berkata: Inilah hujan yang akan menyuburkan kita.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan dalam hadits lain disebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam, jika sedang solat, terdengar di dadanya suara desingan seperti air mendidih dalam tungku, karena tangisannya.

KETIGA : Takutnya para sahabat radiallahuanhum :

a. Abu Bakar ra sering berkata: “Seandainya saya hanyalah buah pohon yang dimakan.”

b. Umar ra sering berkata: “Seandainya aku tidak pernah diciptakan, seandainya ibuku tidak melahirkanku.”

c. Abu ‘Ubaidah bin Jarrah ra berkata: “Seandainya aku seekor kambing yang disembelih keluargaku lalu mereka memakan habis dagingku.”

d. Berkata Imraan bin Hushain ra: “Seandainya aku menjadi debu yang ditiup angin kencang.”
KEEMPAT : Takutnya para tabi’iin :
a. Ali bin Hussein jika berwudhu untuk solat, menjadi pucat wajahnya, maka ditanyakan orang mengapa demikian? Jawabnya: “Tahukah kamu kepada siapa saya akan mengadap?”

b. Berkata Ibrahim bin ‘Isa as Syukriy: “Datang padaku seorang lelaki dari Bahrain ke dalam masjid ketika orang-orang sudah pergi, lalu kami bercerita tentang akhirat dan zikrul maut, tiba-tiba orang itu sedemikian takutnya sampai menghembuskan nafas terakhir saat itu juga.”

c. Berkata Misma’: “Saya menyaksikan sendiri peringatan yang diberikan oleh Abdul Wahid bin Zaid di suatu majlis, maka wafat 40 orang ketika itu juga di majlis itu setelah mendengar ceramahnya.”
d. Berkata Yazid bin Mursyid: “Demi Allah seandainya Rabb-ku menyatakan akan memenjarakanku dalam sebuah ruangan selama-lamanya maka sudah pasti aku akan menangis selamanya, maka bagaimanakah jika ia mengancamku akan memenjarakanku di dalam api?!”

Demikianlah rasa takut para malaikat, nabi-nabi, para sahabat, tabi’iin, ulama’ dan auliya’.
Maka kita sebenarnya lebih patut untuk merasa takut dibandingkan dengan mereka.

Mereka takut bukan karena dosa melainkan karena kesucian hati dan kesempurnaan ma’rifah, sementara kita telah dikalahkan oleh kekerasan hati dan kebodohan.
Hati yang bersih akan bergetar hanya karena sentuhan yang kecil, sementara hati yang kotor tidak berguna baginya nasihat dan ancaman.

Ya Allah, masukkanlah rasa takut ke dalam relung hati kami yang paling dalam akan kehebatan dan kekuasaanMu yang mutlak dan hapuskanlah rasa takut kami kepada sesama makhluk. Berilah kesadaran kepada kami melalui rasa takut akan azabMu hingga menjadikan kami senatiasa berhati-hati untuk tidak melanggar larangan-laranganMu dan sebagai motivasi untuk kami mempertingkatkan lagi ibadah kami kepadaMu.
Aamiin Ya Rabbal Alamiin

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: