Urus saja Diri Sendiri…

Urus diri sendiri

Urus saja Diri Sendiri…

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar

Mereka berkata :
"Urus saja diri sendiri, tidak perlu kamu mengurusi ibadahnya orang lain.." Bla bla bla, dst..

Bayangkan, jika Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam hanya mengurus akhlak diri sendiri, hanya mengurusi ibadahnya sendiri, hanya mengurusi dirinya sendiri, dan tidak perlu mengurusi orang lain..

Bayangkan, jika para sahabat, para Imam yang empat, para ulama ahlus sunnah dari jaman ke jaman, dst dst, mereka semua hanya mengurusi dirinya sendiri, tidak peduli pada ummat, tidak peduli apa yang terjadi dengan ummat.. Apa jadinya kita ?

Jika demikian adanya, mungkin saat ini islam tidak akan sampai kepada kita. Dan mungkin kita sudah kafir oleh para penjajah Belanda yang juga menyebarkan agama mereka.

Dan mungkin juga kita masih beragama hindu dan Budha seperti nenek moyang negeri ini. Atau mungkin kita masih tetap sama atau bahkan lebih parah dari jaman Jahiliyah..

Dakwah menyampaikan kebenaran kepada semua orang, saling menasehati, saling mengingatkan, khususnya pada saudara2 kita yang se-Islam dan se-Iman, menunjukkan dan menjelaskan pada mereka mana haq mana bathil, mana sunnah mana bid’ah, mana syirik mana tauhid, dst dst..
Semua itu bukan hanya kewajiban para nabi saja, tapi juga kewajiban kita semua !!

Firman Allah Ta’ala :
"…kewajiban yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan… "( QS. An Nahl 82)

"…kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah)…."(QS. Ali imran 20)

"Katakanlah : Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang."(QS. An Nuur ; 54)

"Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas". (QS. Yaasin : 17)

"Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya." (QS. Al Jinn : 23)

"Sampaikanlah dariku meski cuma 1 ayat" (HR.Muslim – Bukhari)

Dan masih sangat banyak ayat dan hadits lain yang memerintahkan kita agar saling menasehati dan mengingatkan dalam kebenaran da kesabaran..

Tidak sempurna iman seorang muslim sampai dia menyayangi muslim lain seperti dirinya sendiri. Dan salah satu wujud sayang itu ialah : Amar ma’ruf nahi munkar.

Jadi, salah besar jika ada yang menyangka bahwa jika ada seseorang yang menyampaikan dan menjelaskan sebuah larangan dari Allah dan RasulNya, kok ia malah dianggap mengurusi atau mencampuri orang lain..

Waaah kalau demikian logikanya, berarti para Rasul, Nabi, bahkan para ulama kerjaannya ngurusi orang lain dong ?
Justru sebaliknya, jika ada yang menyampaikan sebuah nasehat, entah itu tentang sebuah larangan dalam agama, atau tentang kebid’ahan dan kesesatan, atau yang semisalnya, itu justru berarti ia sayang pada saudaranya, ia tidak ingin saudaranya terjatuh dalam perkara yang dilarang tsb.

Lain halnya jika ada seorang muslim kok hanya diam saja melihat saudaranya yang lain sedang terjerumus dalam larangan-larangan Allah Ta’ala, maka rasa sayang dan persaudaraannya terhadap sesama muslim perlu dipertanyakan.
Wallaahul Musta’aan.

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

 

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: