KUDA vs KODOK By Taryono Aji

Kuda-Indah

kodok

Kuda cantik

Kodok1

Kuda dan kodok

KUDA vs KODOK

By Taryono Aji

KUDA
sejak jaman dulu, kuda banyak berperan membantu manusia dalam kehidupan, baik untuk tunggangan satuan unit pasukan, olahraga pacuan, maupun moda angkut/transportasi.
bahkan keperkasaan kuda diabadikan sebagai nama satuan tenaga, khususnya mesin baik mobil, mesin alat berat, disel, forklif, lift, kapal bahkan tank tempur, misalnya 2000hp (horse power).
di dalam alquran, kitab suci umat islam terdapat satu surat; al-aadiyaat yang berarti kuda berlari kencang. menurut tafsir al-azhar karya buya hamka, surat berisi 5 ayat ini mengingatkan betapa pentingnya kuda dalam kehidupan manusia dan agar kuda juga jangan diabaikan oleh kaum muslimin dalam tata keprajuritan (ilmu perang).
maka tidak heran jika dalam berbagai budaya dunia, kuda disebut melambangkan semangat hidup, semangat bekerja, semangat untuk berjuang, semangat keperkasaan berperang untuk mempertahankan diri.

KODOK
adalah merupakan binatang dua alam (air – darat). di berbagai negara terutama masyarakat agraris, katak dan kodok memerankan simbol penting dalam budaya. mulai dari dongeng “pangeran kodok” yang mengambarkan “rupa yang buruk” dan tingkah laku yang kikuk.
filsuf augustinus mengatakan kodok mewakili banyak omong yang sia-sia. suara kodok menjadi simbol omongan yang tidak ada artinya (homily on psalm 77:27).
bahkan dalam teologi kristen katak juga digambarkan sebagai sesuatu yang buruk. disebutkan: “dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak (wahyu, 16:13).”

hingga medieval eropa, mengartikan kodok sebagai lambang kejahatan dan diasosiasikan sebagai binatang peliharaan penyihir. hal ini mengingatkan saya pada teman harry potter yang bernama neville longbottom yang memelihara kodok buduk.
lain di eropa lain dalam budaya fengsui china. kodok berkaki tiga (kadang menggigit koin) merupakan simbol untuk menarik rejeki, kekayaan dan kemakmuran.
dalam budaya indonesia, sebagian masyarakat bahkan tokoh-tokoh nasional kita juga menggunakan simbol-simbol berbagai binatang dalam kehidupan sehari-hari. burung, ikan, harimau, kuda, kodok, berbagai senjata tradisional bahkan tokoh pewayangan.
simbol-simbol tersebut dikoleksi berupa lukisan, patung maupun memelihara langsung binatang itu sendiri.
simbol-simbol itu tentunya dimaksudkan mewakili pribadi, karakter, semangat, keinginan dan harapan pengkoleksinya.

berkaitan dengan tema tulisan ini tentang kuda dan kodok, beberapa bulan terakhir menjadi nge-trend terkait tokoh pemeliharanya.
tentu kita tau, prabowo subianto adalah pengkoleksi kuda-kuda berkualitas konon berharga milyaran. bagi sebagian masyarakat yang tidak suka, sering terdengar di-bully bahkan disuruh menikah dengan kuda.

bagaimana dengan kodok? yang mulia jokowi adalah pengagum binatang ini. bahkan salah satu media memberitakan: sehari setelah dilantik kodok peliharaannya telah dipindahkan dari balai kota ke istana negara melebihi pentingnya mengumumkan menteri kabinet.
menurut sumber terpercaya, kodok peliharaan jokowi itu dipercaya mempunyai kekuatan magis untuk melindungi pemiliknya. kodok itu adalah keturunan kodok milik raja brawijaya 5 yang dibawa muksa (bertapa). berkat bantuan ki kemukus, guru spiritualnya (dukun) berhasil ditemukan dan diserahkan pada jokowi.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: