“Lock Screen Untuk Ibadah” BY :Islam Diaries

 

Amal saleh

 

“Lock Screen Untuk Ibadah”

Bismillah. Assalamu’alaikum.

1. Az-Zubair bin al-‘Awwaam radhiallau ‘anhu berkata:

2. “Barang siapa yang mampu untuk memiliki amalan shalih yang tersembunyikan maka lakukanlah” (Az-Zuhd karya Abu Dawud hal 119)

3. Amalan sholeh yang tidak mengetahuinya kecuali Allah Yang Maha Mengetahui amalan hambanya.

4. Berusahalah untuk gembira dan bahagia tatkala tidak ada yang mengetahui amalanmu kecuali Allah…

5. Merupakan hal yang lumrah, sebuah smartphone/hp menyediakan menyediakan fasilitas “lock screen” pada tampilannya.

6. Fungsi ini membantu pengguna handphone untuk mengamankan konten handphone-nya dari tangan-tangan selainnya; yang ingin kepo apa isinya.

7. Ada beragam model dan tingkat keamanan “lock screen” ini.

8. Mulai dari menekan tombol * dan #, menggeser layar, mengetikkan kode beberapa angka atau huruf, atau lainnya.

9. Jika sebuah handphone saja memiliki fitur keamanan, bagaimana pulalah dengan diri kita.

10. Diri kita tentu memiliki lebih banyak konten rahasia.

11. Mulai ibadah harian, sedekah yang disembunyikan, aib-aib masa silam, hingga urusan ranjang dengan pasangan.

12. Maka berusahalah untuk menutup rahasia-rahasia itu serapat-rapatnya. Kuncilah lisan kita dari menyombongkan amalan sendiri.

13. Terlebih lagi mengumbar aib diri. Bukankah kita ingin cukup Allah jualah yang mengetahui?

14. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

15. “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, hamba yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka mengasingkan diri.”

16. [HR. Muslim no. 2965, dari Sa’ad bin Abi Waqqash].

17. Mengasingkan diri berarti amalannya pun sering tidak ditampakkan pada orang lain.

18. Imam Asy Syafi’i mengatakan, “Sudah sepatutnya bagi seorang alim memiliki amalan rahasia yang tersembunyi,

19. … hanya Allah dan dirinya saja yang mengetahuinya.

20. Karena segala sesuatu yang ditampakkan di hadapan manusia akan sedikit sekali manfaatnya di akhirat kelak.

21. [Lihat Ta’thirul Anfas min Haditsil Ikhlas, Sayyid bin Husain Al ‘Afaniy,hal. 230-232,Darul ‘Afani, cetakan pertama, 1421 H]

22. Para ulama ada yang menjelaskan bahwa untuk amalan sunnah…

23. – seperti sedekah sunnah dan shalat sunnah-, maka lebih utama dilakukan sembunyi-sembunyi.

24. Melakukan seperti inilah yang lebih mendekatkan pada ikhlas dan menjauhkan dari riya’.

25. Sedangkan amalan wajib –seperti zakat yang wajib dan shalat lima waktu-, lebih utama dengan ditampakkan

26. [Syarh Muslim, An Nawawi, 3/481, Mawqi’ Al Islam].

27. Namun kadang amalan sholih juga boleh ditampakkan jika memang ada faedah.

28. Misalnya bertujuan agar memotivasi orang lain untuk beramal atau ingin memberikan pengajaran kepada orang lain.

29. Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Kaum muslimin sudah mengetahui bahwa amalan yang tersembunyi itu lebih baik.

30. Akan tetapi amalan tersebut kadang boleh ditampakkan jika ada faedah.”

31. Lihat sekarang, bagaimana kita manusia akhir zaman yang amalan shalihnya tak seberapa banyak namun dosa-dosanya begitu menggunung?

32. Banggakah kita dengan amal yg sedikit itu? Sukakah kita dengan tersebarnya aib-aib kita itu?

Maka …sungguh jagalah kunci itu erat-erat.

33. Semoga manfaat. Dipadukan dari beberapa tulisan artikel @RumayshoCom dan Ustadz Firanda Andirja.

Assalamu’alaikum.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: