EMOSI By : Dewi Yana .

 

Marah

 

Jalan Dakwah Bersama Dewi Yana

Sahabat2ku, kita cenderung menganggap emosi adalah sebagai reaksi berlebihan atas adanya prilaku kurang berkenan yang kita terima, karena ada dari kita yang mengaitkan kata emosi hanya dengan perasaan marah atau kecewa, padahal sebenarnya emosi tidak hanya sebatas itu saja.

Pengertian emosi ternyata cukup banyak, emosi adalah suatu perasaan dan pikiran yang khas, keadaan psikologis dan biologis yang merupakan dorongan untuk bereaksi atau bertindak karena adanya rangsangan baik dari dalam maupun dari luar individu, dimana hal tersebut bisa berupa; marah, sedih, bahagia, takut, jengkel, malu, terkejut, cinta, rindu, cemburu, marah, benci, puas, yang secara keseluruhan merupakan respon atas kejadian yang kita terima/ kita alami.

Jika kita bisa mengendalikan dan menguasai setiap emosi kita dengan baik, maka kita bisa melihat lebih luas bahwa emosi tidak berarti merupakan sesuatu yang buruk. Karena semua tergantung bagaimana kita bisa mengekspresikan dan mengendalikan semua jenis emosi dan menguasainya dengan kecerdasan, bahkan nafsu sekalipun, jika di latih dengan baik akan menghasilkan kebijaksanaan.

Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku positif, tapi juga dapat mengganggu perilaku manusia ke hal2 negatif (kurang baik) dan dapat menjadi dasar niat manusia melakukan sesuatu

BEBERAPA MACAM EMOSI YAITU :

a. Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati, dendam, iri hati dan dengki
b. Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa
c. Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
d. Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
e. Cinta : Jatuh cinta, sayang, rindu, cemburu, hasrat, penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat
f. Terkejut : terkesiap, terkejut
g. Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
h. malu : malu hati, kesal

Seperti yang telah diuraikan diatas, bahwa semua emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Jadi berbagai macam emosi itu mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku atas apa yang diterimanya, dirasakannya atau dialaminya.

Ada dari kita yang cenderung dalam menangani permasalahan emosi kita, dengan, tenggelam dalam permasalahan, bersedih, meratapi dan pasrah tanpa usaha untuk bangkit. Sebenarnya kita bisa lebih baik dari itu, yaitu dengan memiliki kecerdasan emosi agar menjadikan kita tidak tenggelam dalam permasalahan yang ada dan agar hidup kita lebih bermakna.

Membahas lebih jauh soal emosi maka sangat erat kaitannya dengan kecerdasan emosi itu sendiri, dimana kecerdasan emosi merupakan kemampuan seseorang untuk memotivasi diri sendiri, bertahan menghadap tekanan, mengendalikan dorongan hati (kegembiraan, kesedihan, kemarahan, dan lain2) dan tidak melebih-lebihkan (mendramatisir keadaan), kemampuan mengendalikan suasana hati dan mampu mengendalikan stres.

Dan faktor utama yang bisa membuat seseorang mampu mengendalikan emosi hingga bisa menyikapi semua permasalahan hidup dengan sikap terbaik, itu semua TERGANTUNG PADA TINGKAT KEIMANAN SESEORANG DAN HUBUNGAN KEDEKATANNYA DENGAN ALLAH. Semakin baik kedekatan seorang hamba dgn Allah, semakin kuat imannya, semakin baik tauhid dan ketawakalannya, maka Insya Allah ia bisa melihat Allah, sebelum, selama dan sesudah kejadian apapun yang dialaminya (dalam pengertian melihat ada Allah di balik semua kejadian, menyadari bahwa semua ada dalam pengaturanNya). Hingga segala apapun yang terjadi padanya, dikembalikan dan diserahkan kepada Allah, bersandar padaNya, dan memohon pertolonganNya, bersyukur padaNya. Selalu mengedepankan baiksangka, sabar, tenang, mampu menahan marah, disaat seharusnya marah, kalaupun marah, marahnya tidak berlebihan dan tidak menyakiti, bisa memaafkan disaat yang lain tidak bisa memaafkan, tidak membalas orang yang menyakiti walaupun sebenarnya dia mampu.

Sahabat2ku, kecerdasan emosional juga mencakup kesadaran diri, ketekunan, semangat dan motivasi diri, empati dan kecakapan sosial. Keterampilan yang berkaitan dengan kecerdasan emosi antara lain misalnya kemampuan untuk memahami orang lain, kepemimpinan, kemampuan membina hubungan dengan orang lain, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, membentuk citra diri positif, memotivasi dan memberi inspirasi dan sebagainya.

Dan seseorang yang paling cerdas dan yang paling mampu mengendalikan emosinya adalah orang yang menjaga hubungan vertikal dan horizontal secara seimbang. Tidak hanya memperhatikan urusan duniawi saja dan tidak hanya habluminnas saja, tetapi habluminallah pun sangat dia utamakan dan dia jaga.

INSYA ALLAH BERIKUT INI ADA BEBERAPA CARA YANG BILA KITA TEMPUH, INSYA ALLAH MEMBANTU KITA MERAIH KECERDASAN EMOSI :

1. Mengenali emosi diri. Ketrampilan ini meliputi kemampuan Kita untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya kita rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, kita harus bisa menemukan sebabnya dan mencari solusinya.. Berikut adalah beberapa contoh emosi: takut, sakit hati, marah, cemburu, kecewa, sedih, rasa bersalah, kesepian. Temukan, akui emosi tsb dan selesaikan, jangan dibiarkan berlarut2.
2. Melepaskan emosi negatif, yaitu merupakan kemampuan kita untuk memahami dampak dari emosi negatif terhadap diri Kita. Sebagai contoh jika kita terlalu berlebihan dalam cemburu dan tidak mempercayai pasangan kita, maka hal tsb akan melelahkan hati kita sendiri dan membuat kurang harmonisnya hubungan kita dengan pasangan. KECUALI memang ada orang2 tertentu yang berniat masuk dalam hidup pasangan kita dan menganggu/merusak hubungan kita dengan pasangan, maka hal tsb memang harus kita hindari. Dengan cara MENGAJAK PASANGAN KITA bersama2 menghindari segala sesuatu yang bisa menganggu keharmonisan hubungan kita dengannya. SALING PENGERTIAN dan MEMAHAMI PERASAAN PASANGAN, sangat diperlukan dalam hal ini. Begitupun dalam karier selama kita dikendalikan oleh emosi negatif, kita tidak bisa mencapai potensi terbaik dari diri Kita. Solusinya, lepaskan emosi negatif sehingga kita maupun orang2 di sekitar kita tidak menerima dampak negatif dari emosi negatif yang muncul.
3. Mengelola emosi diri sendiri, yaitu kita jangan pernah menganggap emosi negatif atau positif itu baik atau buruk. Emosi adalah sekedar sinyal bagi kita untuk melakukan tindakan dalam mengatasi penyebab munculnya perasaan itu. Jadi emosi adalah awal bukan hasil akhir dari kejadian atau peristiwa. Kemampuan kita untuk mengendalikan dan mengelola emosi dapat membantu kita mencapai hasil terbaik, kebahagiaan/kesuksesan.
Saya yang menulis ini juga masih belajar dan berusaha untuk bisa mengolah dan mengendalikan emosi saya, tulisan ini sebagai pengingat bagi diri sendiri, semoga bermanfat buat sahabat2 semua.

Dewi Yana

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: