~Mukjizat dan Sifat-sifat Nabi Muhammad SAW dalam Kitab Maulid Simthud Durar~

Muhammad 7

Muhammad kubus

Muhammad pigura kabbah

Muhammad 2

love muhammad

 

~Mukjizat dan Sifat-sifat Nabi Muhammad SAW dalam Kitab Maulid Simthud Durar~

1. Alam bersinar-sinar bersuka ria menyambut kelahiran Mustafa Ahmad, riang gembira meliput penghuninya, sambung-menyambung tiada hentinya

2. Bergembiralah hai pengikut Quran, burung-burung berkicauan, bersuluhlah dengan sinar keindahan, mengungguli semua ynag indah tiada bandingan

3. Kini wajiblah bersuka cita. dengan keberuntungan terus-menerus tiada habisnya. saat kita beroleh anugerah, padanya terpadu kebanggaan abadi

4. Bagi Allah segala puji tiada bilangan mampu mencakupnya atas penghormatan dilimpahkan-Nya bagi kita dengan lahirnya Mustafa Hadi Muhammad

5. Ya Rasulullah, selamat datang, ahlan wa sahlan. Sungguh kami beruntung dengan kehadiranmu

6. Ya llahi ya Tuhan kami semoga Kau berkenan memberi nikmat karunia-Mu menyampaikan kami ke tujuan demi ketinggian derajat Rasul di sisi-Mu

7. Tunjukilah kami jalan yang ia tempuh, agar dengannya kami bahagia beroleh kebaikan, melimpah

8. Robbi, demi mulia kedudukannya di sisi-Mu, tempatkanlah kami di sebaik tempat di sisinya

9. Semoga shalawat Allah meliputi selalu Rasul termulia, Muhammad, serta salam terus-menerus, silih berganti setiap saat

10. Dan pada saat Nabi SAW dilahirkan ibunya. la lahir seraya menunjukkan pandangan ke arah langit.

11. Bagai isyarat ia beroleh kemuliaan. Serta kehormatan yang tinggi menjulang.

12. Adapun Maulid-nya hari Senin bulan Rabi’ulAwwal. Tempat kelahiran serta makamnya di Al-Haramain

13. Dan telah diriwayatkan bahwa beliau dilahirkan dalam keadaan telah terkhitan. Bermata bagaikan bercelak. Tali pusatnya tlh terpotong bersih.

14. Semua itu terlaksana dengan kuasa qudrah llahi. Berkat keluhuran kedudukannya, di sisi Tuhannya.

15. Dan bersamaan dengan waktu kelahirannya. Tampak beberapa keajaiban

16. Membuktikan bahwa ia insan termulia. Diantara semua makhluk. Paling utama diantara yang dikasihi Allah.

17. Sebagaimana diriwayatkan Abdurrahman bin Auf dari ibunya bernama Syaffaa’ (semoga Allah meridhai keduanya)

18. Pada saat Rasulullah SAW dilahirkan oleh Aminah. la kusambut dengan kedua telapak tanganku

19. Dan terdengar tangisnya pertama kali. Lalu kudengar suara berkata: “Semoga rahmat Allah atas dirimu”

20. Dan akupun menyaksikan cahaya benderang di hadapannya menerangi timur dan barat. Hingga dapat kulihat sebagian gedung-gedung bangsa Rum.

21. Lalu kubalut ia dalam pakaiannya dan kutidurkan. Namun tiba-tiba kegelapan dan ketakutan datang meliputi diriku dari kananku.

22. Sehinggaku menggigil karenanya. Dan kudengar suara bertanya, “Ke mana ia kau bawa pergi?”. “Ke barat!” jawab suara lainnya.

23. Lalu perasaan itu menghilang dari diriku. Namun sejenak kemudian kembali lagi

24. Kegelapan dan ketakutan meliputi diriku. Datang dari sebelah kiri. Hingga tubuhku menggigil karenanya

25. Dan kudengar lagi suara bertanya, “Ke mana ia kau bawa pergi?”. “Ke timur!” jawab suara lainnya

26. Peristiwa itu melekat dalam pikiranku. Sampai tiba saat beliau menjadi utusan Allah

27. Maka aku pun termasuk di antara orang-orang pertama. Yang mengikutinya dalam lslam

28. Dan betapa banyak riwayat hidupnya. Mencatat mu’jizat-mu’jizat besar.

29. Serta bukti-bukti gemilang tentang kenabiannya. Yang semuanya menunjukkan tinggi kedudukannya di sisi Tuhannya.

30. Dan bahwa inayah Allah. Di setiap saat menjaganya. Dan bahwasanya dialah sebaik penunjuk yang menunjukkan jalan yang lurus.

Limpahkan Ya Allah
semulia-mulia shalawat dan salam atas junjungan dan Nabi kami Muhammad SAW
yang amat penyantun amat penyayang.

31. Kemudian setelah sempurna kelahirannya Sesuai yang dikehendaki qodrat llahi
Dan nur cahayanya yang terang Bertebaran di seluruh mayapada

32. Berlombalah para inang pengasuh ingin menyusuinya Makin besar pula keinginan penghuni bumi memeliharanya

33. Dan terlaksanalah kehendak Allah Mahaagung lagi Mahabijaksana
Yang ditetapkan-Nya semenjak dahulu kala

34. Bahwasanya Sayyidah Halimah paling utama Mendidik mengasuh insan tercinta ini.

35. Maka tatkala kedua matanya memandangnya Lalu terungkap rahasia qodrah Rabbaniyyah pada dirinya

36. Tercurahlah keriangan dan suka cita dalam hatinya Menunjukkan ia beroleh kehormatan di sisi Allah Dalam kadar besar tiada terhingga

37. Kasih.sayangnya segera tertuju pada bayi mulia itu seperti halnya para ibu terhadap putra kandungnya

38. Dan besarlah keinginan untuk menyusuinya dengan harapan memperoleh berkahnya yang tersebar luas meliputi alam semesta

39. la pun mohon dari ibundanya yang mulia Agar menyerahkan padanya

40. Tugas menyusui dan mengasuh, sefta mendidiknya Dengan cinta kasih sayang sepenuhnya

41. Maka diluluskan permohonan itu setelah menyaksikan ketulusan ucapanya dengan segala tanda yang meyakinkannya tentang cara pemeliharaan yang sempurna

42. Segera Halimah membawanya pulang ke kampung dengan hati riang ceria diringi penjagaan Allah dan inayah-Nya yang terus-menerus menyertainya

43. Dalam perjalanan pulang itu ia menyaksikan berbagai mukjizat yang mengherankan

44. dan membuatnya bertambah yakin betapa besar kemuliaan bayi yang bersamanya

45. Unta tua dan keledai miliknya yang lemah tiada berdaya kini berlomba mengalahkan yang lain dalam kafilahnya

46. Air susu unta dan kambingnya memancar deras dengan lebatnya membuat takjub tiap orang melihatnya

47. Dua tahun Nabi SAW tinggal bersama Halimah dan suaminya selama itu keduanya menikmati berkah dan mu’jizat-mu’jizatnya

48. berkah dan mu’jizat-mu’jizatnya yang mengagumkan setiap mata yang menyaksikan dan rahasia hikmahnya tersebar merata di mana-mana

49. Sampai pada suatu hari ketika sedang menggembala domba datang kepadanya beberapa malaikat

50. datang kepadanya beberapa malaikat membawa penghormatan khusus baginya yang keberkahannya meliputi umat manusia

51. Mereka membaringkannya dengan hati-hati lalu membelah dadanya dengan lemah lembut dan mengeluarkan apa yang mereka keluarkan.

52. Lalu menyimpankan rahasia ilmu dan hikmah ke dalamnya

53. Tiada suatu kotoran mengganggu yang dikeluarkan malaikat dari hatinya
tapi mereka hanya menambahkan kesucian di atas kesucian

54. Dalam pada itu beliau tetap dalam kekuatan dan ketabahan hati menyaksikan tanda-tanda kebesaran kuasa llahi yang dialami dalam dirinya sendiri

55. Namun berita kejadian itu akhirnya sarnpai juga ke pendengaran Halimah yang baik hati

56. la pun gelisah dan khawatir Akan bencana yang mungkin menimpa putranya itu

57. Tidak diketahuinya bahwa ia dijaga oleh Tuhannya dengan penjagaan amat sempurna

58. Maka dibawanya pulang segera kepada bundanya Meski perpisahan itu berat terasa dalam hatinya

59. namun semata-mata disebabkan kegundahan dan kecemasan atas keselamatannya

60. Padahal ia sebenarnya dengan karunia Allah dalam benteng penjagaan yang kokoh kuat serta kedudukan amat tinggi dan mulia

Limpahkan, Ya Allah semulia-mulia shalawat dan salam atas junjungan dan Nabi kami, Muhammad SAW yang amat penyantun amat penyayang

61. Rasulullah SAW tumbuh dengan sifat2 paling sempurna dikelilingi selalu pemeliharaan Allah Maha Kuasa Serta diliputi rahmat-Nya berlimpah2

62. la tumbuh dalam sehari seperti bayi lain dalam sebulan

63. Keluhuran pribadinya tampak sempurna sejak usianya yang amat muda menjadi saksi bahwa dialah penghulu keturunan Adam semuanya

64. Bintang-bintang kemujuran selalu bersamanya demikian pula segenap benda di alam ini menampakkan kesetiaan dan kepatuhan padanya

65. Tiap kali ia “meniupi” penderita sakit niscaya Allah melimpahkan kesembuhan baginya

66. Tiap kali berdoa memohon hujan niscaya Allah selalu menurunkannya

67. Demikian keadaannya sehari-hari sampai ia telah melewati masa mudanya dan mencapai usia dewasa saat itulah Allah mengkhususkannya

68. Dengan kemuliaan hanya baginya seorang dan turunlah Jibril Ar-Ruhul Amin
membawa kabar gembira dari Tuhan Seru Sekalian Alam

69. Membacakan baginya ayat-ayat suci Al Quran Al-Hakim

70. “…Dan sesungguhnya kepadamu telah diberikan Al-Quran dari hadirat Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui”

71. Adapun mula pertama diturunkan kepadanya diantara ayat-ayat suci padat berisi yang berasal dari hadirat Allah SWT ialah:

72. “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang mencipta manusia dari segumpal darah”

73. “Bacalah! Tuhanmulah yang paling mulia Yang mengajar dengan kalam mengajar manusia apa yang tidak ia tahu”

74. Oh betapa agungnya kabar gembira ini karunia sempurna datang dari Allah Maha Pengasih lagi Maha pemurah ditujukan kepada insan mulia ini

75. Lalu dikuatkan lagi dengan firman-Nya, Ar-Rahman, Tuhan Maha pemurah
mengajarkan Al-Quran mencipta insan lalu diajarinya fasih perkataan

76. Dan tiada syak lagi tentunya beliaulah Insan yang dimaksud dengan pemberian ajaran itu dari hadirat Allah, yang Maha Rahman dan Rahim

Limpahkan, Ya Allah
Semulia-mulia shalawat dan salam Atas junjungan dan Nabi kami, Muhammad SAW
Yang amat penyantun, amat penyayang

77. Adapun Nabi SAW setelah kepadanya wahyu suci diturunkan segera bertindak memikul beban dakwah dan tabligh

78. Menyeru manusia ke jalan Allah dengan penuh kesadaran yang diikuti dengan tulus dan patuh oleh mereka yang berpikiran terang

79. Diantara kaum Muhajirin dan Anshar yang beroleh kehormatan tertinggi mendahului yang lain memenuhi seruan ini tercantum dalam takdir llahi

80. Dan dengan tekad kuat Nabi tercinta ini demikian pula para sahabatnya
Allah berkenan menyempurnakan agama ini

81. Dan dengan kepahlawanan mereka pula Allah menumpas kaum kafir yang ingkar

82. Banyak sekali mu’jizat hebat berkaitan dengan dirinya membuktikan bahwa dialah yang termulia diantara penghuni bumi dan langit seluruhnya

83. Diantara mukjizatnya memperbanyak yang sedikit kesembuhan si penderita sakit, ucapan salam terdengar dari seonggok batu

84. Ketaatan pohon kepadanya, terbelahnya bulan purnama, pemberitahuan tentang hal-hal ghaib, rintihan pokok kurma yang rindu padanya

85. semuanya di luar kebiasaan, juga biawak dan menjangan memberi kesaksian tentang kenabian dan kerasulannya dan banyak lagi bukti gemilang

86. Serta mu’jizat menakjubkan Yang dijadikan Allah sebagai pendukung risalahnya
Dan hanya baginya dikhususkan di antara semua makhluk-Nya

87. Banyak pula tanda ghaib mendahului nubuwahnya .
Dan merupakan alamat terkuat bagi kenabian dan kerasulannya

88. Tersiarnya itu semua secara meluas mendatangkan bahagia bagi kaum beriman yang tulus namun menambah malang si kafir ataupun munafik

89. Dan tiada satu pun orang berpikiran sehat kecuali pasti menerimanya dengan keyakinan serta penyerahan sepenuhnya

Limpahkan Ya Allah semulia-mulia shalawat dan salam atas junjungan dan Nabi kami, Muhammad SAW yang amat penyantun, amat penyayang

90. Dan diantara kehormatan yang dikhususkan bagi Rasul termulia ini, Mi’rajnya ke hadirat Allah Maha Penyayang

91. Yang kebaikan-Nya selalu melimpah yang karunia-Nya selalu tercurah serta adanya bukti-bukti kuasa-Nya yang gemilang

92. Yang dialami pada peristiwa itu dan kemuliaan bagi langit-langit serta penghuninya dengan terbitnya nur pelita” itu bagi mereka

93. Maka Rasulullah SAW mengarungi angkasa bersama Jibril Al-Amin ke hadirat Allah Al-Malikul Jalil diiringi segala kemuliaan penghormatan.

94. Tiada penghuni yang dimasukinya kecuali segera menyongsong kedatangannya
dengan penghormatan dan berbagai ucapan selamat datang

95. Setiap rasul yang dilewati menyampaikan kabar gembira yang diketahuinya
tentang tinggi kedudukannya di sisi Tuhannya

96. Sampai ia melampaui ke tujuh lapis langit dan mencapai hadirat mutlak tiada berbatas

97. Di sana ia diliputi belaian karunia lembut penuh keakraban datang dari hadirat llahi

98. Meyambutnya dengan ragam ucapan selamat memuliakannya dengan berbagai anugerah besar melimpahkan padanya seindah-indah pemberian

99. Dan memanggilnya dengan semulia-mulia salam setelah ia sendiri menunjukkan puji-pujian ke hadirat llahi

100. “At-tahiyyatuI mubarakatus shalawatut thayyibat…“

101. Aduhai, betapa lembut belaian karunia yang diterimanya itu
Betapa indah pertemuan yang agung itu Dalam hadirat serba gemilang

102. Saat dzat (Rasul) memberi kesaksiannya Bagi keagungan Dzat (Allah) Tuhannya

103. Seraya merangkum rahmah llahi penuh kasih sayang dan anugerah-Nya yang melimpah ruah dalam suasana khusyu dan penyerahan diri kepada-Nya

104. Itulah tingkat yang setiap idaman berderai memendam sesal dan putus asa demi melihatnya amat tinggi tinggi sekali dari segala jangkauan

105. Banyak sekali pengalaman halus melekat pada jiwa Rasul diperolehnya dalam perjumpaan saat itu serta ilmu dan pengetahuan yang dicapainya

106. Tatkala… Allah mewahyukan kepada hamba-Nya
apa yang diwahyukan-Nya dan tiada hati Rasul mendustakannya….

107. Itu semata-mata karunia hadirat Maha Pengasih dikhususkan bagi insan ini seorang

108. Simpati penuh kasih sayang ditujukan kepadanya tiada mungkin jin dan manusia mana pun merangkumnya

109. Itulah pemberian teramat istimewa pena siapa pun tak’kan berani mencoba
menguraikan tentang hakikatnya

110. Lidah pun tak’kan mampu mengungkapkan makna halus yang tersembunyi padanya

111. Hadirat Allah maha-luas mengkhususkannya hanya bagi pandangan Nabi yang menatap dengan seksama dan telinganya yg mendengar dengan cermat

112. Maka tiada keinginan seseorang patut mengidamkan tersingkap baginya rahasia yang tersembunyi atau meliput cahaya nurnya dengan sempurna

113. itu adalah hadirat terlalu agung untuk bisa dilihat para pengamat
dan tingkatan tiada mungkin tercapai kecuali bagi penghulu para rasul

114. Maka sungguh berbahagia hadirat Nabi Muhammad SAW
menerima anugerah agung berlimpah berdatangan dari hadirat Allah Yang Maha Esa

115. Aduhai, betapa beruntungnya ia mencapai kedudukan setinggi ini

Limpahkan, Ya Allah
Semulia-mulia shalawat dan salam Atas junjungan dan Nabi kami, Muhammad
Yang amat penyantun, amat penyayang

116. Dan manakala telinga telah beroleh kehormatan mendengarkan berita-berita
sekitar insan tercinta tersayang ini

117. sedang kemuliaan yang menyertainya dalam alam nyata ataupun yang ghaib

118. tergeraklah keinginan penulis menyebut sebagian kesempurnaan pemimpin ini dalam bentuk tubuh serta akhlaqnya

119. Agar para pendengar dapat mengetahui kemuliaan yang dikaruniakan Allah atas dirinya

120. Pada sifat-sifat indah dan perilaku menarik yang dikhususkan baginya oleh inayah Khaliqnya.

121. Dan kini kuharap pendengar uraianku ini mengikuti dengan penuh perhatian

122. Sifat-sifat luhur yang ‘kan kucatat baginya yang menempatkan insan mulia ini dalam kedudukan yang amat tinggi

123. Sebab tiada manusia mana pun bisa menyamai junjungan ini dalam bentuk fisik dan perilakunya

124. Dan tiada seorang pun mampu menyelami rahasia hikmah Allah yang tersembunyi dalam keindahan tubuh dan kesempurnaan akhlaqnya

125. Pemeliharaan Allah sejak semula tlh mencetaknya dlm tabiat dan akhlaq luhur
serta membentuknya dengan rupa elok bagaikan bulan purnama.

126. Beliau seorang berperawakan sedang warna kulitnya putih kemerah-merahan dahinya lebar serasi panjang rambutnya sampai batas telinga.

127. Kedua lengan dan kaki serta persendian semuanya dalam bentuk dan ukuran sempurna

128. Mantap dalam keseluruhan keindahan serta keserasian sifat-sifatnya

129. Tiada seorang pun menyamainya dalam kesempurnaan penglihatan, pendengaran, ataupun ucapannya

130. Sungguh Allah telah menciptakannya dalam bentuk terbaik padanya, segala keindahan terangkum dan terkhususkan

131. Bila ia bicara mutiara-mutiara ilmu dan hikmah ditaburkannya

132. Tiada seorang ahli khutbah yang ulung mampu membawakan ucapan rapi padat berisi seperti yang selalu diucapkannya

133. Bila mata bertamasya dalam taman keelokannya yang mempesona

134. Tiada ‘kan dijumpainya di antara seluruh wujud makhluk mana pun memiliki sifat setara dengannya

135. Dialah pemimpin yang setiap kali tertawa cukup tersenyum dengan anggunnya dengan langkah tenang mantap ia berjalan

136. Bila tertidur hanya sekejap saja perilakunya lembut selembut angin sepoi nan sejuk wajahnya cerah secerah taman yang menyegarkan

137. Pribadinya perwujudan segala sifat luhur kasih sayang namun tegas dalam sikap kuat dalam tekadnya

138. Keanggunan, kesucian, serta rasa malu mengiringi selalu, menghias gerak-geriknya

139. Ucapan dan tindakannya teratur rapi sungguh sulit menyamainya

140. Bentuk tubuhnya sempurna demikian pula akhlaq yang disandangnya
adil dan dermawan bila dan di mana pun ia berada

141. Bila berjalan, seakan-akan turun dari ketinggian mendahului orang yang cepat dalam berjalan meski tampak selalu tenang tidak tergesa

142. Demikianlah ia bagai pusaka tersimpan rapi dalam wadah kokoh tertutup rapat
tiada anak kunci mampu membuka pintu sifat-sifatnya

143. Atau bak bulan purnama membuat takjub akal dan pikiran setiap membayangkan keindahannya atau berkas cahayanya tampak bagi penglihatan

144. lnsan tersayang membuat iri bulan purnama setiap kali memandangi indah wajahnya

145.Akal dan pikiran dalam kebingungan bila ingin menggambarkan makna hakikatnya

146. Gerangan bagaimana kata-kata mampu mengungkapkan
tentang sifat-sifat yang mendatangkan putus asa bagi siapa yang ingin menjelaskan

147. Atau betapa akal dapat mencapai arti dzat yang tiada sesuatu pun mungkin
menyamai atau menyerupainya

148. Sungguh sempurna sifat-sifat keluhurannya andaikan ia menghadiahkan sinar
bagi bulan purnama pasti takkan ia tertutup oleh gerhana

149. betapapun banyak cara dilakukan orang rnencoba menguraikan sifat keluhurannya namun sampai zaman berakhir tak mungkin meliputi semuanya

150. Oh… betapa tinggi derajatnya yang agung betapa luas keutamaanya merata di mana-mana

151. Demikian luhur akhlaq Rasulullah SAW sehingga terasa sempit kitab-kitab besar untuk merangkumnya.

152. Sebab beliau sebaik-baik manusia dalam keindahan akhlaq ataupun bentuk tubuhnya

153. Selalu terdepan dalam berbuat kebajikan lembut hatinya, luas kasih sayangnya terutama bagi kaum beriman semuanya.

154. Teramat baik, teramat penyantun tiada berucap sesuatu melainkan berisi kebaikan

155. Sederhana perangainya singkat dan padat kalimat yang diucapkannya

156. Bila si miskin memanggilnya la selalu tanggap memenuhinya segera

157. Dirinya bagai ayah penuh kasih sayang untuk si yatim-piatu atau janda yang lemah

158. Rendah hatinya namun amat kuat wibawanya membuat orang paling kuat pun
gemetar berhadapan dengannya

159. Tiap jalan dilaluinya atau pun rumah yang dikunjunginya menjadi semerbak harum baunya

160. Sebutan tentang pribadinya mewangikan tiap majelis dan pertemuan

161. Beliau adalah pusat perpaduan bagi segala sifat kesempurnaan
tiada banding dalam fisik dan perilakunya karena mendapat kekhususan termulia

162. Maka tiada satu pun perangai manusia terpuji melainkan pasti bersumber dari dirinya insan terbaik di antara mereka semua

163. Telah kusimpulkan sifat-sifat insan tercinta ini dalam dirinya terkumpul kemuliaan dengan segala bentuknya

164. pekerti indah amat tinggi menjulang bagai bersemayam di atas bintang nan tinggi

165. Kiranya pena telah cukup berkelana dengan perasaan riang ceria
mencatat yang diketahui tentang Maulid Nabi mulia ini

167. Dan mengisahkan sebagian kehormatan dan penghormatan serta budi pekertinya yang amat luhur yang dikaruniakan Allah baginya

168. Kini tiba saat menarik kembali kendalinya dan sepatutnya kubacakan salam atas nabi ini pemimpin penghuni alam:

169. AssaIamu ‘alayka ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh …
Aasalamu’alayka ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh …

170. AssaIamu ‘alayka ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh

171. Dan dengan itu sempurnalah penutup kata ini sebagaimana telah sempurna di awal pembukanya

172. Maka bagi Rasul SAW shalawat dan salam setinggi-tingginya

Limpahkan, Ya Allah
Semulia-mulia shalawat dan salam Atas junjungan dan Nabi kami, Muhammad SAW
Yang amat penyantun, amat penyayang

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: