PENYEBAB PIKUN DAN CARA MENGHINDARI PIKUN

Pikun

 

PENYEBAB PIKUN DAN CARA MENGHINDARI PIKUN

Penyebab Pikun
Pikun disebabkan oleh adanya kerusakan pada sel-sel otak yang membuat kemampuan komunikasi antar sel-sel tersebut terganggu. Otak terdiri dari bagian-bagian (regions) yang memiliki fungsi khusus , misalnya bagian kiri hemisphere otak bertanggung jawab dalam kemampuan menganalisis, logika dan bahasa.

Pikun bukanlah proses normal dari penuaan, dapat dialami siapa saja dan dari berbagai usia, namun orang tua lansia memang lebih rentan mengalaminya.
Pikun bukanlah penyakit spesifik, istilah ini merupakan istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gejala (symptoms) yang terdiri dari:

1. Daya ingat dan kemampuan komunikasi atau bahasa yang menurun
drastis.
2. Gangguan dalam menilai dan berargumen.
3. Disorientasi dan perubahan tingkah laku.
4. Gangguan dalam persepsi visual.
5. Mengalami kesulitan untuk fokus dan memberikan perhatian.

Kerusakan sel-sel otak tersebut diakibatkan oleh berbagai faktor yaitu faktor genetis, kecelakaan fisik pada otak (injury), trauma, geger otak, gaya hidup tidak sehat seperti perokok berat dan alkoholik, penyalahgunaan narkoba, stress dan depresi akut, efek dari penyakit hipertensi, diabetes, atherosclerosis (pembentukan plaque/deposit substansi asam lemak, kolesterol dan zal-zat kimia lainnya di bagian dalam pembuluh darah/arteri) dan sakit kepala yang tidak biasa.

Tips Mencegah Pikun

Berikut beberapa tips yang dapat mencegah atau menurunkan resiko terjadinya pikun berdasarkan hasil dari berbagai penelitian medis:

1. Menjaga kepala dari benturan keras atau luka berat. Makanya selalu gunakan helm saat mengenderai sepeda motor, kegiatan konstruksi lapangan dan kegiatan-kegiatan lain yang dapat membahayakan kepala

2. Membaca dan menulis. Kegiatan ini dapat melatih dan menstimulasi sel-sel saraf otak. Itulah sebabnya saya suka sekali nongkrongin Kompasiana, membaca tulisan-tulisan yang membuat kita berpikir dan membuat tulisan yang membuat orang berpikir

3. Bermain catur dan permainan game yang memerlukan berfikir
Bermain catur merupakan kegiatan dapat melatih dan menstimulasi sel-sel saraf otak dan menajamkan kemampuan otak.

4. Melakukan permainan memori. Kegiatan ini dapat meningkatkan dan menajamkan kemampuan otak, seperti teka-teki silang, teka-teki matematika dan logika dan menikmati permainan optical illusions

5. Gaya hidup sehat. Berolah raga secara teratur, menghindari kebiasan-kebiasaan buruk seperti merokok dan menkonsumsi alkohol. Mengkonsumsi makanan dan minuman sehat, makanan yang sangat baik untuk kesehatan otak diantaranya adalah coklat hitam, buah alpukat, blueberry, ikan salmon dan telur. Sebaiknya gaya hidup sehat disesuaikan dengan jam biologis. Gaya hidup sehat juga mencakup kegiatan-kegiatan rekreasi dan hobi misalnya fotografi, melukis dan mengutak-atik sepeda motor atau komputer.

6. Aktivitas Sosial. Menjalin tali kekeluargaan, persahabatan, menghadiri undangan pesta dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya dapat menjaga dan meningkatkan kemampuan otak, khususnya bagian otak yang mengatur fungsi komunikasi.

7. Aktivitas Spritual. Aktivitas ibadah memiliki peran yang cukup signifikan dalam menjaga dan meningkatkan fungsi otak. Tidak mengherankan orang-orang shaleh, alim-ulama atau pemuka-pemuka agama jarang sekali mengalami kepikunan. Beberapa waktu yang lalu Kompas Ramadhan memberitakan bahwa puasa dapat memperbaiki dan meningkatkan kinerja sel-sel otak.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: