11 Amalan Sunat Bulan Ramadhan. By : Abu Basyer .

 

Amalan utama ramdhan .

11 Amalan Sunat Bulan Ramadhan

Adalah penting bagi kita untuk mengetahui hadis Rasulullah SAW dalam bab kaifiat dan fadhilat ibadah. Ini karena ia merupakan janji benar yang menjadi jaminan yang kukuh untuk kita berpegang dengannya.

Menjadi sumber motivasi buat orang-orang yang beriman. Berikut adalah beberapa hadis Rasulullah SAW yang menerangkan kepada kita bagaimana untuk mendapatkan impak maksima dari kebaikan Ramadhan. Perkara tersebut telah di petik dari kitab Riyadhus-Solihin susunan Imam an-Nawawi dan kitab Feqh as-Sunnah susunan Sheikh Sayyid Sabiq.

Semoga kita semua dapat mengamalkannya, insya Allah :

1. Keutamaan sahur dan mentakhirkannya selama tidak khuatir akan terbitnya fajar :

Dari Anas radhiallahu ‘anhu, bahawa Rasulullah SAW bersabda maksudnya: “Bersahurlah kamu sekalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat barakah.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dari Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu berkata: “Kami sahur bersama-sama dengan Rasulullah SAW, kemudian kami melaksanakan solat.” Ada seseorang bertanya: “Berapa lama antara sahur dengan solat itu?” Ia menjawab: “Kira-kira 50 ayat.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Amr bin ‘Ash radhiallahu ‘anhu, bahawa Rasulullah SAW bersabda maksudnya: “Kelebihan puasa kami dan puasa ahli Kitab adalah adanya makan sahur.” (Hadis Riwayat Muslim)

2. Segera berbuka puasa apabila sudah masuk waktu berbuka :

Dari Sahl bin Sa’d radhiallahu ‘anhu bahawa Rasulullah SAW  bersabda maksudnya : “Manusia itu selalu dalam kebaikan selama mereka segera berbuka puasa.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dari Anas radhiallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah SAW senantiasa berbuka dengan beberapa biji ruthob (kurma yang baru masak) sebelum solat. Jika tidak ada ruthob (kurma yang baru masak), maka baginda SAW berbuka dengan tamar (kurma yang sudah kering). Jika tidak tamar (kurma yang sudah kering), maka baginda SAW meneguk air beberapa teguk.” (Hadis Riwayat Abu Daud dan At-Turmudzi)

3. Berdoa sepanjang berpuasa dan ketika berbuka.

Diriwayatkan oleh Turmudzi dengan sanad yang hasan, bahwa Rasulullah SAW bersabda maksudnya : “Ada 3 golongan yang tidak ditolak doa mereka, iaitu orang yang berpuasa sehingga dia berbuka, pemimpin negara yang adil dan orang yang teraniaya.”

4. Menjauhi perkara-perkara yang bertentangan dengan ibadah puasa.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahawa Rasulullah SAW bersabda: “Puasa itu adalah perisai, oleh karena itu, apabila salah seorang di antara kamu sekalian berpuasa maka janganlah berkata kotor dan janganlah bertengkar/berteriak. Apabila ada seseorang yang mencaci-maki atau mengajak berkelahi, maka hendaklah ia berkata: “Sesungguhnya aku sedang berpuasa””. (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda maksudnya : ‘Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak memerlukan ia meninggalkan makan dan minumnya.” (Hadis Riwayat  Bukhari)

5. Bersiwak atau menggosok gigi.

Amir bin Rabi’ah berkata, “Saya melihat Nabi SAW bersiwak dan baginda pada saat itu sedang berpuasa. Karena seringnya, maka saya tidak dapat membilang dan menghitungnya.” (Hadis Riwayat Bukhari)

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda maksudnya, “Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya mereka ku perintahkan bersiwak pada setiap kali berwuduk.” (Hadis Riwayat Bukhari)

6. Bermurah hati dan banyak menderma.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu katanya: “Rasulullah SAW adalah seorang yang paling dermawan, dan sifat dermawannya itu lebih menonjol pada bulan Ramadan yakni ketika ditemui Jibril. Biasanya Jibril menemuinya pada setiap malam bulan Ramadan, dibawanya mempelajari al-Quran. Maka Rasulullah SAW  lebih murah hati melakukan kebaikan dari angin yang bertiup.” (Hadis Riwayat Bukhari)

7. Menggandakan amalan membaca dan mempelajari al-Quran.

Hadis daripada Ibnu Abbas di atas menyatakan bahwa Rasulullah SAW bertadarus (mempelajari al-Quran) dengan Jibril pada setiap malam Ramadhan.

Membaca al-Quran adalah amalan biasa umat Islam, tetapi sempena bulan Ramadhan, hendaklah kita tumpukan betul-betul dan menggandakannya. Para ulama apabila tibanya bulan Ramadhan dan akan memberhentikan kuliah yang diajar mereka dan menumpukan kepada mempelajari al-Quran.

Membaca untuk memahami al-Quran yakni mentadabbur al-Quran adalah lebih utama dari membaca laju untuk mengkhatamkannya beberapa kali pada bulan Ramadhan.

8. Memberi makan untuk berbuka puasa.

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhanny radhiaallahu ‘anhu, bahawa Rasulullah SAW  bersabda: “Barangsiapa yang memberi makan untuk berbuka orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu dengan tidak mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.” (Hadis Riwayat At-Turmudzi)

9. Mendirikan malam dengan solat sunnat (solat Tarawih)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahawa Rasulullah SAW telah bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan solat sunat pada malam bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala dari Allah , maka akan diampunilah dosanya yang telah lalu.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

10. Giat beribadah dan pada 10 hari terakhir

Ramadhan Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Bahwa Rasulullah SAW apabila masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan.diramaikannya waktu malam, dibangunkannya ahli keluarganya dan diikat erat kain sarungnya.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

11. Beriktikaf pada 10 terakhir Ramadhan.

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah SAW selalu beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim) .

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Rasulullah SAW  selalu beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sehingga baginda SAW dipanggil Allah Ta’ala, kemudian setelah baginda SAW  wafat, isteri-isterinya meneruskan kebiasaan baginda itu.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Semoga kita semua dapat mengambil pengajaran yang besar dari hadis-hadis Nabi SAW  di atas. Janganlah dilepaskan peluang untuk mendapatkan pahala yang besar hasil dari usaha kita untuk bersungguh-sungguh melaksanakan sunah di atas. Selain dari sunah yang telah dinyatakan di atas, jangan lupa dan meremehkan lain-lain sunah Rasulullah SAW seperti senyum, beri salam, solat jamaah di masjid, berbuat baik kepada ahli keluarga dan jiran, beri tazkirah, merendah diri dan lain-lain.

Iklan

Comments are closed.

Facebook

%d blogger menyukai ini: