“Cukuplah Allah yang Menjadi Saksi” by islamindonesia1

Jujur 1

Jujur 2

Jujur kucing

 

“Cukuplah Allah yang Menjadi Saksi”

Alkisah, ada seorang laki-laki Bani Israil meminta temannya untuk meminjaminya uang sebesar seribu dinar.

Temannya berkata, “Datangkan beberapa orang untuk menjadi saksi atas utangmu ini” Laki-laki Bani Israil itu menjawab, “Cukup Allah sebagai saksi bagiku”

Temannya berkata lagi, “Datangkanlah seseorang yang akan menjaminmu!” Laki-laki itu menjawab, “Cukuplah Allah yang menjaminku!”

“Engkau benar!” kata temannya. Maka, dia pun memberikan seribu
dinar dengan kesepakatan bahwa utang tersebut harus dibayar tepat waktu.

Setelah menerima pinjaman, laki-laki Bani Israil itu pergi berlayar. Ketika waktu pembayaran tiba, dia mencari kapal untuk membawanya pulang.

Sayang, tidak ada satu pun kapal yang searah dengan tujuannya. Akhirnya, laki-laki itu mengambil sepotong kayu dan melubanginya.

Lalu, dia memasukkan seribu dinar beserta sepucuk surat ke dalam kayu berlubang itu, kemudian dia pun pergi ke pantai.

“Ya Allah, Engkau telah mengetahui bahwa aku meminjam uang sebesar seribu dinar. Kemudian, dia menjadikan Engkau sebagai penjamin & saksinya…”

“…Sungguh, aku telah berusaha mencari kapal untuk kembali pulang & membayar hutang, tapi hasilnya nihil. Maka aku titipkan uang ini kepada-Mu”

Laki-laki Bani Israil itu melemparkan kayu tersebut ke laut hingga hanyut terbawa ombak. Kemudian, dia pulang ke rumah.

Si orang yang meminjamkan seribu dinar keluar untuk mencari kapal yang datang ke negerinya, barangkali ada yang membawa titipan uang untuknya.

Tetapi, dia hanya menemukan sepotong kayu di pantai. Dia pun mengambilnya untuk dijadikan bahan bakar.

Ketika kayu tersebut dibelah, dia sangat terkejut. Di dalamnya, terdapat sejumlah dinar berikut sepucuk surat.

Beberapa hari kemudian, datanglah laki-laki Bani Israil itu dengan membawa seribu dinar seraya berkata:

“Demi Allah, aku sudah berusaha mencari kapal untuk mengantarkan uangmu. Tapi aku baru menemukan kapal yang ku tumpangi ini beberapa hari setelahnya”

Orang yang meminjamkan uang berkata, “Bukankah engkau telah mengirimkan uang itu lewat sepotong kayu?” Si Bani Israil menjawab, “Ya, benar”

“Sesungguhnya Allah sudah menunaikan apa yang engkau kirimkan kepadaku melalui sepotong kayu. Bawalah kembali seribu dinarmu dengan keberuntungan”.

Hendaklah kita selalu jujur, amanah, menepati janji, merasa takut kepada Allah, dan merasa senantiasa berada dalam pengawasan-Nya.

Orang yang menjadikan Allah sebagai saksi dan penjamin, niscaya Allah akan menepati-Nya .

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: