Shalatmu By : (c)kurniawangunadi

Delapan wasiat para nabi

Sholat khusyuk

Sholat Khusyuk

 

” Shalatmu “

Bila seorang manusia telah shalat tapi dia tidak bisa memberikan manfaat apapun dalam kehidupan. Shalatnya tidak bermakna apa-apa. Shalatnya mungkin sekadar ritual saja, hilang makna, tanpa esensi, tidak mengerti tujuan.

Shalat seorang manusia dibuka dengan takbir. Sebuah pengakuan kebesaran-Nya. Seperti sebuah ucapan salam untuk mengetuk pintu rumah-Nya. Sebuah ucapan salam pertemuan dengan-Nya. Sepanjang shalat seorang manusia sedang bercengkerama dengan Tuhan-Nya. Duduk berdua dalam sebuah majelis ibadah. Berbicara sangat intim antara Sang Pencipta dengan hamba-Nya. Sebuah dialog pribadi, sebuah pertemuan pribadi.

Usai shalatnya, ditutup dengan salam. Salam kepada apa yang ada disekitarnya sambil menengok kanan dan kiri. Semoga keselamatan dan rahmat-Nya senantiasa dilimpahkan atas apapun yang ada di sekitarya. Usai shalatnya, seorang manusia diminta kembali ke masyarakat. Berbuat banyak, tidak hanya sibuk beribadah berlama-lama mengukur tasbih. Menghitam-hitamkan jidat. Usai shalatnya sorang manusai diminta memberikan kebaikan kepada masyarakat. Menjadi perantara Tuhan-Nya melakukan banyak hal kepada dunia ini.

Menjadi perantara nikmat-Nya kepada orang lain, membantu orang lain, menyelesaikan masalah, memperbaiki keadaan. Tidak hanya sibuk mengaji dan sibuk mengurus surga untuk diri sendiri.

Usai shalatnya, seorang manusia harus kembali ke masyarakat. Bila shalat hanya untuk sekedar melengkapi kewajiban, shalatnya tidak akan lagi bisa mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar.

Karena sudah terlalu banyak orang shalat tapi tidak seperti sedang bertemu Tuhan. Karena sudah terlalu banyak orang usai shalat tidak kembali ke masyarakat. Bagaimana dengan shalatmu?

Apakah kamu menjadi bermanfaat untuk orang-orang di sekitarmu?

26 Juli 2014 | (c)kurniawangunadi

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: