“(Mau) Tahu Berapa Dalamnya Neraka Gak?”

 

Neraka 70x

Neraka Perjalanan

Neraka hadis

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

“(Mau) Tahu Berapa Dalamnya Neraka Gak?”

Bismillah. Assalamu’alaikum.

1.Mau tahu berapa dalamnya Neraka gak?

2. Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata,

3. Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tiba-tiba beliau mendengar suara sesuatu yang jatuh,

4. … maka Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kalian apa ini?” Kami berkata, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui,”

5. Beliau bersabda, “Ini adalah sebuah batu yang dilemparkan di neraka sejak 70 puluh tahun yang lalu, maka batu itu jatuh di neraka,

6. … sekarang ia baru sampai ke dasarnya.” [HR. Muslim]

7. Jadi permisalan, kalo kita lempar batu dari atas, maka 70 th kemudian baru sampe dasarnya… 70 tahun !!

8. Beberapa Pelajaran:

1) Dahsyatnya azab neraka yang wajib ditakuti

9. 2) Kewajiban mengimani adanya neraka dan berbagai bentuk azabnya yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah,

10. … sebagai bagian dari rukun iman yang kelima, yaitu beriman kepada hari akhir

11. 3) Peringatan untuk senantiasa bertakwa kepada Allah ‘azza wa jalla agar selamat dari azab-Nya dan dimasukkan ke surga-Nya

12. 4) Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa para sahabat juga ikut mendengarkan,

13. … para ulama juga menjelaskan bahwa para sahabat mendengarkan sebagai bentuk karomah untuk mereka, sehingga keimanannya semakin kokoh,

14. … maka hadits ini menunjukkan keutamaan para sahabat dari sisi kuatnya keimanan mereka

15. … dan nikmat bermajelis serta bersahabat dan mendapatkan pendidikan langsung dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

16. Wallahu alam. Semoga manfa’at. Didapat dari http://t.co/meAIOA46Vv. Selamat menjalani hari Assalamu’alaikum.

BY : Islam Diaries @IslamDiaries

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: