UMAT ISLAM YANG PADA HARI QIYAMAT DIUSIR OLEH NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM BY : Dr Muhammad Arifin Badri

 

Muhammadh merah marun G

Muhammad lingkaran

muhammad banyak G

 

UMAT ISLAM YANG PADA HARI QIYAMAT DIUSIR OLEH NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar…

Sahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengisahkan :
Pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kuburan, lalu beliau mengucapkan salam :
"Semoga keselamatan senantiasa menyertai kalian wahai penghuni kuburan dari kaum mukminin, dan kami insya Allah pasti akan menyusul kalian".
Selanjutnya beliau bersabda :
"aku sangat berharap untuk dapat melihat saudara-saudaraku".
Mendengar ucapan ini, para sahabat keheranan, sehingga mereka bertanya :
"bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah?"
Rasulullah menjawab :
"Kalian adalah sahabat-sahabatku, sedangkan saudara-saudaraku adalah ummatku yang akan datang kelak."
Kembali para sahabat bertanya :
"wahai rasulullah, bagaimana engkau dapat mengenali ummatmu yang sampai saat ini belum terlahir?"
Beliau menjawab :
"Menurut pendapat kalian, andai ada orang yang memiliki kuda yang di dahi dan ujung-ujung kakinya berwarna putih dan kuda itu berada di tengah- tengah kuda-kuda lainnya yang berwarna hitam legam, tidakkah orang itu dapat mengenali kudanya?"
Para sahabat menjawab : "tentu saja orang itu dengan mudah mengenali kudanya".
Maka Rasulullah menimpali jawaban mereka dengan bersabda:
"Sejatinya ummatku pada hari qiyamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudlu semasa hidupnya di dunia. Aku akan menanti ummatku di pinggir telagaku di alam mahsyar. Dan ketahuilah bahwa akan ada dari ummatku yang diusir oleh malaikat, sebagaimana seekor onta yang tersesat dari pemiliknya dan mendatangi tempat minum milik orang lain, sehingga iapun diusir. Melihat sebagian orang yang memiliki tanda-tanda pernah berwudlu, maka aku memanggil mereka : "kemarilah"
Namun, para malaikat yang mengusir mereka berkata :
"sejatinya mereka sepeninggalmu telah merubah-rubah ajaranmu."
Mendapat penjelasan semacam ini, maka aku berkata :
"menjauhlah, menjauhlah wahai orang-orang yang sepeninggalku merubah-rubah ajaranku".
(Bukhari – Muslim)
Anda tidak ingin bernasib seperti mereka, bukan?
Tentu jawabannya : Tidak.
Karena itu, mari kita menjaga kemurnian ajaran Beliau shallallahu alaihi wa salam dan mengamalkannya dengan seutuhnya tanpa ditambah atau dikurangi.
Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang memndapat syafaat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari kiyamat kelak. Aamiin.

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Dari tulisan : Dr Muhammad Arifin Badri

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: