“Ketika Dzikir Dapat Mengalahkan Perang Bathin Dalam Diri Manusia” by @SyarifBaraja

 

Dzikir G+

Subuh Dzikir ini

Dzikir dunia G+

 

JELANG SHUBUH

“Ketika Dzikir Dapat Mengalahkan Perang Bathin Dalam Diri Manusia”

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar……

Ada perang dalam hati manusia setiap hari. Perang yang tak pernah berhenti. Tapi bukan perang dengan amunisi.

Perang dalam hati bukan dengan amunisi, tapi dengan kata-kata yang membanjiri hati.

Setan berupaya memasukkan kata-katanya ke dalam hati, dan kita pun menahan dengan kata-kata dari Allah.

Banyak yang tidak sadar akan adanya perang dalam hatinya. Dia malah membantu setan menjajah jiwanya.

Setan memiliki amunisi yang membuatnya mudah menguasai hati manusia. Amunisi itu berupa suara musik dan nyanyian.

Itulah makanya dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari, musik disejajarkan dengan khamr dan zina. Sama-sama merusak.

Ketika orang sadar akan perang ini, maka dia akan melawan bisikan setan dengan kata-kata dari Allah. Dengan dzikir.

Berbagai macam bentuk dzikir, adalah amunisi kita untuk melawan setan yang ingin menjajah hati.

Isi hati dengan dzikir, maka pelan-pelan bisikan kata-kata setan akan terusir dan menyingkir dari hati.

Ketika orang jarang menempatkan kata-kata dzikir dalam hati, maka setan menjajah hatinya. Semakin sulit melawan.

Apalagi yang tidak menyadari di hatinya ada perang, maka dia tidak akan melawan. Malah membantu setan yang menjajah.

Langkah pertama melawan setan, dengan memasukkan kata-kata dari Allah dalam hati. Shalat, dzikir, masukkan dalam hati.

Pelan-pelan berdzikirlah dengan hati, masukkan makna-makna dzikir dalam hati, agar hati ini menjadi subur dan tak gersang.

Pertama kali setan melawan, tapi perlawanan setan tak berarti ketika kita bersikeras melawan, kita punya senjata pamungkas.

Setan tidak akan mampu melawan kalimat-kalimat Allah. Setan pasti kalah. Tapi masalahnya adalah pada diri kita.

Masalahnya kita yang tak kuat menggenggam kalimat Allah. Kita seperti lengan kurus yang membawa pedang besar.

Qalbu = Jantung? Tidak penting untuk mencari tepatnya qalbu itu di mana. Yang lebih penting adalah membersihkannya.

Apakah membersihkan hati harus tahu letak posisi hati dalam tubuh ini? Tidak harus.

Yang paling penting adalah bagaimana kita melawan setan, mengisi hati kita dengan kata-kata dari Allah.

Ketika hati sudah dijajah setan, dan merasa tidak bisa lepas dari musik, apa yang harus dilakukan?

1. Pertama, yakin bahwa Allah Maha Kuasa. Yakin bahwa kalimat-kalimat Allah mampu membersihkan hati kita.

2. Yang kedua, yakinlah bahwa kalimat-kalimat Allah lebih bermanfaat dan berguna bagi jiwa.

3. Ketiga, ketika berdzikir, hati harus ikut fokus berdzikir, hati juga membaca makna dzikir yang dibaca. Ini inti dzikir.

Memang fokus hati saat berdzikir bukan mudah. Karena susah, banyak yang enggan. Akhirnya hati dijajah.

Memang tidak mudah, tapi hanya itulah jalannya. Tidak ada jalan lain. Maka harus kita lalui.

Ulama dari dulu tidak pernah mencari-cari di mana letak qalbu sesungguhnya, apakah di jantung, atau hepar/hati?

Tapi ulama dulu menyibukkan diri dengan yang lebih penting, yaitu menyelamatkan hati dari jajahan setan.

Apakah mencari letak qalbu lebih penting daripada menyelamatkan qalbu dari jajahan setan?
#Mikir

Apa manfaatnya mencari tahu letak qalbu? Gak akan bisa jawab.
#Mikir

Ketika membaca dengan emosi, maka akan ada kata yang hilang, akan ada tambahan kata.

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH SHALAT SHUBUH SHALIH ( IN + AT )

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: