Inilah #NasehatUlama yang harus ditaati by @proumedia

 

Nasehat

 

Inilah #NasehatUlama yang harus ditaati #

Terkadang nasehat itu melembutkan jiwa, maka renungkan nasehat para shalafushalih ini agar jiwa kita menjadi lembut dan bertambah ilmunya .

Ibnu Rajab menasihatkan: Tanda diterima amal hamba di sisi Allah ketika satu ketaatan menuntunnya pada ketaatan yang lebih baik lagi.

Tanda ditolaknya amal seorang hamba adalah ketika ketaatannya diikuti dengan kemaksiatan; tak tercegah dia darinya.

Dan tanda diterimanya taubat seorang hamba adalah jika kekeliruan lalunya tak diulang dan dia terus sibuk berketaatan.

Kebaikan sesudah keburukan akan menghapus yang jelek itu. Dan hal yang lebih baik sesudah kebaikan mengantar pada ridha-Nya.

Jika tak mampu berlomba dengan para shalihin dalam ibadahnya; saingilah para pendosa dalam istighfarnya.

Ibnul Jauzy menasihatkan, “Dampak maksiat: butakan mata hati, redupkan cahaya, mnutup jalan ilmu, & halangi datangnya hidayah.

Atas satu dosa, Adam dikeluarkan dari surga. Tiadakah malu merasa layak memasukinya dengan dosa yang kita belum bertaubat atasnya?”

Abu Hanifah menasihatkan, “Aku anggap maksiat sebagai kehinaan. Kujauhi ia agar diriku berkemuliaan. Lalu jadilah ia kebiasaan..

Imam Ahmad nasihatkan, “Tidaklah seseorang menghina sdr Muslimnya atas dosa, melainkan dia juga jatuh pada dosa yang sama sebelum matinya.

Abu Hanifah menjelaskan, “Demi Allah, Malik ialah penjaga warisan Rasulullah, bagaimana mungkin aku akan berpendapat jika dia telah mebawakan hadis?”

Tambah Imam Malik, “Aku berkeringat karena Abu Hanifah. Alangkah cerdas ia, andai mengqiyaskan tempat ini kekayuan; kalian semua akan percaya.”

Wasiat Imam Malik pada Asy Syafi’i muda, “Janganlah kaupadamkan cahaya Allah yang dikaruniakanNya padamu dengan kemaksiatan.”

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: