*** Raja Abdullah Arab Saudi Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun ***

Raja saudi 1

Raja arab meninggal

Raja saudi 2

*** Raja Abdullah Arab Saudi Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun ***

Pengumuman kematian Raja Abdullah disampaikan oleh televisi pemerintah Jumat pagi hari ini (23/1/2015). Dan juga dilaporkan bahwa saudara tirinya, pangeran Salman (77 tahun) menggantikan posisinya sebagai raja, menurut laporan Press TV.

“Yang Mulia Salman bin Abdulaziz Al Saud dan semua anggota keluarga dan masyarakat Saudi meratapi penjaga dua masjid suci Raja Abdullah bin Abdulaziz, yang meninggal tepat pukul 01:00 pagi hari ini,” kata pengumuman di televisi.

Raja Abdullah dikabarkan meninggal di rumah sakit, di mana ia telah menerima perawatan medis selama beberapa minggu.
Upacara pemakaman Raja Abdullah dijadwalkan akan diselenggarakan pada hari Jumat sore.

Innalillahi wa innailaihi radjiun…. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’fihi wa’fuanhu.
Selamat Jalan Raja Abdullah bin Abdul ‘Aziz Rahimahullah..

Innaa lillaah wa innaa ilaihi rooji’uun.. Telah meninggal dunia tadi malam raja KSA Raja Abdullah bin Abdul ‘Aziz Rahimahullah..

Semoga semua kesalahan diampuni Allah, semua amal dikabulkan, alam kuburmu menjadi taman surga dan engkau bahagia di SisiNya..

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْن…
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَعبدك عبدالله بن عبدالعزيز وَارْحَمْه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه وَأَكْرِمْ نُزُلَه وَوَسِّعْ مُدْخَلَه وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّه مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْه دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِه وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِه وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِه وَأَدْخِلْه الْجَنَّةَ وَأَعِذْه مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ عَذَابِ النَّارِ..
اللهم ثبته بالقول الثابت، اللهم قه عذاب القبر وعذاب النار اللهم ادخله الجنة مع الابرار، اللهم الهم اهله وذويه الصبر والسلوان، اللهم لا تحرمهم اجره ولا تفتنهم بعده، اللهم وارحم اموات المسلمين وارحمنا اذا ما صرنا إلى ما صاروا اليه…

PROSES PEMAKAMAN

 

Rumah raja abdullah

Raja arab jenazah

UNTUK DI RENUNGKAN

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar……

*** AKHIR UNTUK SEBUAH PERMULAAN ***

Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Allah kamu akan dikembalikan. (As-Sajdah:11)

Dari megahnya istana istana menuju gelapnya kubur..
BegitUlah akhir kisah para raja yang pernah menginjakkan kaki di muka bumi ini,
Tak ada bedanya antara yang adil maupun yang dzolim..
Semuanya sama dihadapan takdir…
Semasa hidup, mereka mampu membangun istana yang megah..
Akan tetapi tak ada daya sedkitpun saat ajal menjemput..
Mereka bahkan harus ditandu menuju gerbang kehidupan yang baru..
Sebenarnya kematian adalah sebuah tabir yang kita tau bersama, tapi kita tak pernah mau menyikapinya.
Sahabat…
Kau lihat istana itu…?
Tahukan kamu, kemana perginya pemilik istana itu..?
Iya.. Dia baru saja pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya..
Mendekatlah kesini.. Coba kau perhatikan pemakaman itu..
Itu adalah pemakaman Al Udd..
Di bawah tanah berpasir yang tak istimewa itulah sang pemilik istana terbaring.
Di pemakaman itu dia tak sendiri..
Tercatatat sejumlah raja dan ratusan keluarga kerajaan dimakamkan di sana,
Makam mereka saling berdampingan dengan makam rakyat biasa…
Semua tampak sama..
Tak ada bangunan megah bertahbiskan karangan bunga..
Tidak juga tulisan Raja Fulan Ibnu Fulan…
Bukan karena mereka tak mampu membuatnya..
Tapi ini murni soal konsekuensi beragama yang mereka pilih..
Hidup dan mati diatas kemurniah islam..
Lagi pula, keindahan makam bukan jaminan sebuah akhir yang indah..
Saya dan anda mungkin bukan raja…
Namun dalam perlombaan menuju firdaus, saya, anda dan mereka sama di mata Allah..
Hanya taqwa yang membuat kita berbeda..
___________________
Madinah 04/04/1436 H
ACT El Gharantaly

Raja arab lubang kubur

Raja arab dimakamkan

Raja arab dan kuburan baqi

Inilah kubur Raja ‘Abdullah.
Tak ada senjata tertembak ke langit, tak ada terompet dan nyanyian. Anda tak akan melihat ratapan dan suara gendang, tak pula rakyat yang ngalap berkah, tak pula seabrek bid’ah.
Tentu saja, dengan kekayaannya, sang raja sangat mampu membangun istana megah di kuburnya itu sebagai lambang keperkasaan, seperti kubur-kubur mewah di nusantara kita.
Tetapi tidak, biarlah sang raja yang telah menghafal al-Qur’an saat berumur 10 tahun dan menghafal matan kitab-kitab tauhid dan mutun ilmiah lainnya itu seperti rakyatnya di tempat dan tanah yang sama.
Tak ada semen, tak ada keramik-keramik mahal yang menyelimuti tanah gundukannya. Hanya dua papan kayu yang menghujam.
Tak ada nama dan tulisan bahwa kuburnya adalah kuburan seorang raja. Semua kuburan berbentuk dan berukuran sama. Tak ada pemakaman khusus. Semuanya sama disejajarkan dengan para rakyat jelatanya.
Sungguh, semuanya sunyi dari keharaman dan begitu sederhana untuk kuburan seorang pemimpin.
Terima kasih wahai pelayan kaum muslimin di seluruh dunia. Engkau berjasa dan di akhir hayatmu engkau telah mengajarkan sebuah kesederhanaan. . .
__
Fachriy Aboe Syazwiena

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: