Setan itu Menyesatkan dan Hidayah itu dari Allah

 

Tunjukan jalan yang lurus

Hidayah

Hidayah 1

 

Setan itu Menyesatkan dan Hidayah itu dari Allah

Merasa amalan buruk berasa kebaikkan? Itu kerjanya syetan, maka berdoalah kepada Allah agar memperoleh hidayahNYA

Sudahkah kita takut pada ancaman ayat-ayat Al Qur’an?
Atau ayat-ayat itu lewat begitu saja tanpa menyentuh hati?

Atau hati kita sudah kebal terhadap ancaman Allah, hingga tak bereaksi sama sekali terhadap ancamanNya?

Salah satu ancaman Allah adalah dalam QS Fathir ayat 8, sungguh ancaman yang menakutkan kita semua.

Apakah orang yang amal buruknya dihias oleh setan, hingga dia menganggap amal buruknya sebagai kebaikan?

Setan bisa menghiasi amalan buruk kita, dan kita menganggap amalan buruk itu sebagai baik. #Bahaya

Apa yang terjadi bila yang buruk sudah dianggap baik? Dia terus berjalan menuju keburukan demi keburukan.

Mereka yang sudah menganggap keburukan sebagai kebaikan, sudah susah untuk diingatkan, karena merasa benar.

Mereka yang menganggap keburukannya sebagai kebaikan, bagaimana mau tobat? Wong mereka menganggap dosanya sebagai kebaikan.

Setan menghiasi amalan kita, lalu kita merasa keburukan itu sebagai kebaikan. Merasa beramal baik, padahal buruk.

Mereka tersesat, tapi merasa berjalan di atas jalan yang lurus. Mereka yakin bahwa jalan mereka lurus.

Mereka yakin bahwa jalannya adalah jalan lurus. Tapi kebenaran bukan berdasarkan keyakinan subjektif pribadi.

Kebenaran adalah yang diinginkan Allah dan RasulNya. Bukan keyakinan subjektif pribadi. Apa yang diyakini belum tentu benar.

Hidayah adalah dari Allah. Bergantung sepenuhnya kepada Allah. Bukan usaha pribadi. Maka harus selalu berdoa.

Allah memberi petunjuk bagi siapa yang dikehendaki, dan menyesatkan siapa yang dikehendaki.

Ada jalan dan usaha menuju petunjuk Allah, dan ada jalan dan usaha menuju kesesatan. Mana yang kita pilih?

Sampai di sini dulu bincang tentang hidayah. Intinya kita harus selalu berdoa kepada Allah memohon hidayah.

Intinya berseriuslah saat mengucapkan doa dalam shalat: ihdinas shiraathal mustaqim.

by @syarifbaraja

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: