“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku By : Salim A. Fillah

 

Allah rose satu ikat

Allah rose putih 1

Allah rose pink

Allah rose putih 3

Allah rose pink 2

 

Jalan mulia kadang sederhana; seperti berbisik pada hati di tiap jumpa dengan hamba Allah lainnya; “Orang ini lebih utama daripada diriku

Tiap 1 kebaikan kita dimasyhurkan; 1000 keburukan masih Allah tutupi. Tiap 1 keburukan orang kita tahu; 1000 kebaikannya masih tersembunyi

Berkata Ya’qub, “Sesungguhnya hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku, aku tahu dari Allah apa yang kalian tiada mengetahuinya.” {QS12:86}

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; hanya Dia tujuan hidupku & ridhaNya ujung pencarianku; bagiNya takut, harap, cinta, & yakinku.

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; hingga kuibadahi Dia seakan-akan aku melihatNya; terlebih yakin diri bahwa Dia pasti melihatku

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; Dia memiliki ganti yang lebih baik dari kehilanganku & nikmat yang lebih kekal atas nestapaku.

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; Dialah yang menjanjikan tiap perih, duka, & kecewa dibalas dengan naik derajat & hapusnya dosa.

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; tiada madharat & manfaat walau seluruh makhluq berhimpun tuk membuatnya kecuali dengan izinNya.

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; yang menimpakan cobaan sebagai tanda cinta, agar tiada yang lebih besar di hati selain diriNya.

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; kehilanganku jauh lebih kecil daripada pemberianNya, musibahku tiada arti dibanding nikmatNya.”

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; Dialah yang menuliskan ketetapan bagiku, Dialah yang menguji tanpa melampaui batas kemampuanku

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; Dia tunda siksa atas dosa & sabar menanti taubat ini; dariNya ku berasal & padaNya aku kembali.

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; Dia yang menambah-lipatkan nikmat jika aku bersyukur, Dia yang menutup aib jika aku bermaksiat.

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; rahmatNya mendahului murka, ampunNya mengalahkan siksa, surgaNya lebih luas dari langit & bumi.

Kelembutan nurani menuntun kita menjadi anak Adam sejati; bersalah, mengakui, memperbaiki, & memaafkan sesama yang juga punya khilaf & lupa.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: