RAMADHAN KIAN MENJAUH .

Ramadhan kian menjauh

 

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sahabat Muslimku .

Hari ini, sejak kemarin, lini masa ramai dengan status orang-orang yang menyatakan kesedihannya pada berakhirnya ramadhan tahun ini. Kesedihannya membayangkan jika saja ramadhan tahun ini adalah ramadhan terakhir dalam hidupnya.

Aku sekedar membacanya dan ternyata nyaris setiap orang mengungkapkan kesedihannya, berjamaah. Aku tidak sedang mengungkit-ngukit masalah ramainya orang bersedih.

Aku hanya sedih, aku tidak merasakah kesedihan itu sama sekali. Aku merasa biasa saja dengan berakhirnya ramadhan tahun ini. Seperti berakhirnya hari-hari biasa dan berganti hari berikutnya.

Tidak ada sedikitpun rasa sedih atau kehilangan. Aku berusaha jujur pada diri sendiri dengan bertanya,”Apakah aku sedih?”, jawabku tidak.

Dan inilah yang menjadi kesedihanku, kesedihan karena tidak bisa merasakan kesedihan itu sendiri.

Aku ingin sekali merasakan kesedihan sebagaimana yang dirasakan oleh teman-teman yang sedih. Aku ingin pada suatu ketika di saat akhir ramadhan aku menangis dan bertanya-tanya mengatakan tidak setiap bulan itu ramadhan saja (?). Ingin rasanya pada akhir ramadhan aku berdiam diri dalam kesedihan, membayangkan apa-apa yang telah aku kerjakan pada bulan ini tidak maksimal, menyia-nyiakan kesempatan.

Aku hanya bersedih karena tidak bisa merasakan sedih. Itu saja.

Esok adalah hari kemenangan, dan bagiku seolah-olah tidak ada kemenangan. Manjadi pertanyaanku sendiri, kemenangan atas apa?

Aku masih mencari-cari dan aku harus menunggu tahun depan untuk memulai kembali, bagaimana bila aku mati ditengah jalan?

Apa kabar ramadhanmu tahun ini?

[#ramadhan#kurniawangunadi]

Ramadhan sedang bersiap-siap untuk meninggalkan kita, Ibarat tetamu yang datang ke rumah kita dan kini bersiap-siap untuk pulang ke tempat asalnya…… Allahuakhbarrrr….!!!

Semoga kita tetap istiqomah dengan amalan2 dibulan Ramadhan ke bulan-bulan seterusnya. Insyaallah…!!!

Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil Adzim.
Astaghfirullah lil mukminina wal mukminat.
Allahumma salli ala saidina Muhammadin wa ala ali Muhammad.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: