HIDAYAH UNTUK BANGSA MONGOL

Mongol

 

HIDAYAH UNTUK BANGSA MONGOL

Ada pecahan bangsa besar dari suku Mongol , namanya Joghtal. Suku ini dahulu juga memasuki daerah Afganistan atau Pakistan. Pada suatu hari, seorang ulama bersama rombongan jamaah memasuki tanah kawasan larangan Raja Joghtal. Ulama itu bernama Jalaludin. Maka para pengawal membawanya ke hadapan raja , Mereka Berkata …

” … Orang ini memasuki kawasan terlarang , Paduka Raja !…”

Maka Sang Raja murka, bagaimana ia bisa memasuki kawasan larangan nya ?, Ia berkata …

“ … Manakah yang lebih mulia , engkau ataukah anjing ?…”

Maka ulama itu menjawab .. ,

” … Kita tidak bisa membedakan sekarang , apakah aku lebih utama dari anjing, atau anjing yang lebih mulia daripada aku. Soal ini tergantung pada akhir kehidupanku. Apabila aku kelak mati dalam keadaan muslim, maka akulah yang lebih mulia daripada anjing. Tapi jika aku mati dalam keadaan kafir, maka anjing lebih mulia daripadaku …”.

Raja terdiam memikirkan ucapan ini. Kemudian dia berkata …

” … Apakah Islam Itu ? , …Maka, ulama itu menerangkan kepadanya tentang Islam . Maka hati sang raja menjadi lunak kepadanya. Ia berkata kepada ulama itu..” Saya sekarang sibuk memerangi kerajaan agar mereka tunduk kepadaku. Maka kelak jika aku telah memperoleh kemenangan, maka kembalilah kepadaku. Barangkali saya akan memasuki agamamu … ” .

Jalaludin sudah sangat tua , ia sakit dan kemudian meninggal dunia. Sebelum meninggal ia berpesan kepada anaknya,
” … Raja di daerah itu pernah berkata kepadaku,” Bila aku menang datanglah kembali kepadaku,” Aku akan menulis sebuah surat . Maka jika aku mati, sedang raja itu berhasil meraih kemenangan atas musuhnya dan seluruh daerah telah tunduk kepadanya, pergilah menemuinya dan katakan lah,” Saya adalah anak Jalaludin …” .

Akhirnya Raja benar-benar meraih kemenangan . Seluruh kawasan telah tunduk kepadanya , maka anak itu mendatanginya sambil menyerahkan surat dari bapaknya. Maka, penjaga kerajaan bertanya kepadanya”apakah maksud kedatanganmu?”

Ia menjawab kepadanya
” … Saya ingin bertemu dengan raja ? …”

“ … Apakah yang engkau bawa ? …”

Ia menjawab ,
” … Saya membawa sebuah surat …”.

Maka Raja berkata kemudian,
” … Benar aku memang pernah berjanji kepadanya.. sekarang saya mengumumkan keislamanku … ” , ..

Maka Raja pun masuk Islam bersama seluruh suku pecahan besar dari Bangsa Tartar ini, yang jumlahnya berjuta-juta. Dengan ini seluruh kawasan yang diperintahnyapun masuk Islam …

“ …Tidak ada satu rumah pun yang terbuat dari tanah maupun dari tenda , kecuali Allah akan memasukkan agama ini ke dalamnya, dengan kemuliaan orang yang mulia dan kerendahan orang yang hina … , Islam Tidak Mengejar Kekuasaan, Tapi Kekuasaan Yang Takluk kepada Islam … “.

SubhanAllah …

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: