“Peristiwa Agung Antara Sholat Dan Menemui Presiden”

 

Alllah unik ,

Allah bagus

SBY

Sujud cewe

 

“Peristiwa Agung Antara Sholat Dan Menemui Presiden”

1. Ketika sedang rapat di kantor, tiba-tiba datang Presiden RI, bisakah itu dikatakan PERISTIWA PENTING? Jelas. Anda bisa termehek jadinya

2. MANA PERISTIWA yang LEBIH AGUNG: “Antara bertemu Presiden RI di istana atau shalat sendirian di atas sajadah?”

3. Jawabnya: Shalat. Mengapa? Shalat itu peristiwa amat AGUNG. Ibaratnya kita sedang HADIRKAN DIRI atau LAPOR DIRI pada Tuhan

4. Pertemuan di istana, dimegahkan sebesar apapun, tetap cuma berjumpa manusia. Meski di hadapan kita ada 100 presiden dari seluruh dunia

5. Mana yang lebih agung antara Allah SWT dan Presiden RI? Orang yang tak percaya Tuhan pun tahu jawabnya

6. Jika paham, soalnya mengapa jumpa Presiden RI siapkan diri sebaik-baiknya? Padahal mahluk yang jadi presiden ini ciptaan Tuhan juga

7. Nah mengapa saat lapor diri pada Allah, justru kita tak sungguh-sungguh siapkan diri? Katanya Allah adalah Sang Pencipta .

8. Dalam kalimat lain: “Mengapa kita lebih hargai berjumpa dengan sesama ciptaan-Nya daripada Sang Pencipta itu sendiri?”

9. Kini bayangkan: Ada tamu lebih dihargai, dihormati bahkan dicium tangannya oleh OB anda. Tapi dia cuek bebek ketika jumpa anda sebagai boss?

10. Anda tak terima alias tersinggung? Padahal sebagai boss, anda cuma beda posisi. Anda tidak hidupkan office boy itu sebagai manusia

11. Saat jumpa Presiden RI, bisa jadi kita kenakan pakaian yang dirancang khusus. Sepatu, tas, kaos kaki, bahkan pakaian dalam pun terbaru

12. Boleh jadi kita pun berhallo-hallo pada handai taulan, saudara, tetangga se-RT. Betapa bangganya kita diundang ke istana negara

13. Nah, lapor pada Allah saat shalat, banyak di antara kita yang menganggap sepele. Tak ada persiapan sama sekali. Sekadar rutin

14. Kita kenakan kaos oblong lusuh. Sarung untuk tidur, juga dipakai shalat. Bahkan sajadah sejak beli 3 tahun silam, tak pernah dicuci

15. Saat ingin jumpai calon pasangan hidup, tubuh kita semprot minyak wangi. Saat naik turun dari mobil, masih juga kita patut-patut diri

16. Sebelum shalat, gosok gigi pun tidak. Wudhu sekenanya, yang penting basah. Kaki tak pernah digosok hingga ke sela jemari

17. Shubuh puluhan tahun dijalankan. Tapi tak pernah mandi sebelumnya. Jika bukan kewajiban, mungkin mandi junub pun tidak

18. Beda orang yang shalat Shubuh mandi dulu, dengan yang belum mandi. Aroma mulut berbeda. Peliket keringat semalaman, tentu buat tak khusyuk

19. Jumpa Allah pun sebenarnya amat mudah. Tanpa: protokuler, izin dan pengawalan. Tak saling kenal pun dianjurkan berjamaah jumpa Allah

20. Jumpa presiden sukar sekali. Protokuler berlapis. Harus pula antri. Itupun cuma orang tertentu yang bisa. Sulit bisa jumpa berjamaah

21. Ingin mendekat Allah, pasti Allah bantu. Kalau engkau melangkah, maka Aku berlari, kata Allah |

22. Ingin mendekat presiden, cenderung presiden menghindar. Paksa diri terus merangsek, paspampres pun bertindak. Salah-salah kena tembak

23. Shalat itu #PERKARAAGUNG. Sebab banyak amalan malaikat ada dalam shalat. Ada malaikat yang tugasnya cuma sujud, ruku’ dan dzikir saja

24. Sedang di dalam shalat, semua amalan malaikat kita lakukan #PerkaraAgung

25. Shalat itu tiang agama. Maka tak salah shalat jadi Rukun Islam ke-2. Artinya bukan sekedar wajib. Tapi jadi satu prinsip utama

26. Peran tiang itu penopang. Tak shalat, artinya tak ada tiang. Tanpa tiang, bangunan mana yang kokoh berdiri. Semua ambruk | #PerkaraAgung

27. Siapa tak shalat, dia hancurkan tiang Islam-nya. Tanpa tiang, tak ada apapun yang bisa digantungkan, kecuali langitNya

28. Shalat itu perkara penting. Sebab shalat itu pokok ibadah. Maka tanpa shalat, tertolaklah semua ibadah anak Adam | #PerkaraAgung

29. Shalat itu #PerkaraAgung. Sebab dengan memahami sifat-sifat Allah minimal 5 kali sehari, dia tengah membentuk dirinya jadi pribadi agung

30. Shalat itu perkara penting. Sebab siapa yang khusyu’, dia tak akan merusak dirinya, lingkungannya, bangsanya dan agamanya | #PerkaraAgung

31. Shalat peristiwa tersuci. Hanya shalat (dan thawaf dalam ibadah haji) yang harus dilakukan dengan berwudhu. Tanpa wudhu tertolak shalatnya

32. Shalat peristiwa yang mesti fokus. Hanya shalat yang ketika dijalankan tak boleh lakukan gerakan di luar shalat. Lebih 3 x langgar, batal

33. Shalat itu peristiwa amat khusus. Hanya shalat yang ketika dijalankan tak boleh bersenda gurau atau sambil bercakap-cakap dengan yang lain

34. Shalat itu peristiwa kepatuhan. Hanya shalat yang saat dijalankan berjamaah, semua harus patuh mengikuti gerak-laku imam | #PerkaraAgung

35. Shalat itu peristiwa manajerial. Jelas SOP-nya, terstruktur, sistematis, rapih, apik dan indah dipandang | #PerkaraAgung

36. Shalat itu peristiwa yang amat nikmat. Siapa yang khusyu’, dia akan ditambah kenikmatan dengan cucuran air mata | #PerkaraAgung

37. Shalat itu peristiwa penting. Sebab gerak shalat itu olah raga dan pelentur tubuh. Bacaan shalat itu olah jiwa | #PerkaraAgung

38. Shalat itu mengolah jiwa raga. Siapa yang khusyu’, terolahlah jiwa raganya. Terolah jiwa raga, manusia manapun jadi sehat luar dalam

39. Shalat itu peristiwa amat penting. Sebab shalat mengantar pelakunya menemukan kebebasan dan kemerdekaan yang hakiki | #PerkaraAgung

40. Siapa yang khusyu’ dalam shalat, niscaya dia tak lakukan perbuatan keji mungkar, noda dosa. Selamat dan bahagialah dunia akhiratnya

41. Siapa yang shalatnya khusyu’, dia meraih kebebasan dan kemerdekaan hakiki mendapat keridhoan Allah SWT | #PerkaraAgung

42. Maafkan, sahabat yang berbeda keyakinan. Saya tak bisa bahas topik ini sesuai cara ibadah anda |

43. Anda bisa paralelkan cara-cara ibadah anda sebagai penuntun dan pengawal dalam laku baik yang universal

44. Semoga bermanfaat

by @ErieSudewoID

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: