AKIBAT SUKA MEMBENTAK ANAK By :ANDI ALI HARPAN HARUM

Ortu bentak otak

Ortu ayah bentak

Ortu ibu marah

memarahi-anak

 

AKIBAT SUKA MEMBENTAK ANAK

Jangan Membentak Anak! [Tips yang Perlu di Baca Orang Tua]

Sekali membentak, milyaran sel anak ‘musnah’ !

“Tahukan Anda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.”

…ayo mandi! Disuruh mandi saja kok malas amat!” bentak ibu seraya menyeret paksa anaknya yang sedang asyik bermain.

jangan dekati kompor itu! Bahaya, tahu!” Bentak ayah yang memergoki putrinya.

Ketika bocah kecil itu menangis mendengar bentakan ayahnya, sang ayah malah kembali membentak, “Heh…diam!” Si kecil pun semakin ketakutan.
Membentak anak, sepertinya sudah menjadi kebiasaan sebagian orang
tua. Saat melihat anak melakukan kesalahan, atau ketidakpatuhan,
orang tua memang sering dibuat jengkel.

Secara refleks, karena emosi, orang tua sering bermaksud
‘menasihati’, tapi diucapkan dengan nada tinggi. Kebiasaan ini juga lebih sering dilakukan oleh orang tua yang temperamental.

Pertanyaannya, efektifkah menasihati anak dengan bentakan?
Tentu tidak, sebab kalau anak terlalu sering dibentak, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang minder, tertutup, bahkan pemberontak. Ia pun bisa menjadi temperamental dan meniru kebiasaan orang tuanya, suka
membentak.

PENGARUH TERHADAP ANAK
Anak-anak yang sering diberi perhatian negatif, apalagi dengan teguran keras atau bentakan, akan mudah tertekan jiwanya.
Kemungkinan ia bisa berkembang menjadi anak yang:

– Minder
Bila anak selalu dicela dan dibentak, dan tak pernah menerima perhatian positif saat ia melakukan kebaikan, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri atau minder. Akan tertanam dalam jiwanya bahwa ia hanyalah anak yang selalu melakukan kesalahan, tidak pernah bisa
berbuat kebaikan atau menyenangkan orang lain. Akibatnya, ia sering ragu-ragu atau tidak percaya diri untuk melakukan atau mencoba sesuatu karena takut salah. Misalnya, ia jadi tidak pede untuk mengaji atau membaca Al- Quran, gara-gara orang tuanya selalu membentaknya bila mendengar bacaannya salah.

-Cuek/ tidak peduli
Anak yang selalu dibentak juga bisa berkembang menjadi anak
yang cuek dan tidak peduli. Akibat sudah terlalu sering menerima
bentakan, ia malah jadi apatis, tidak peduli. Ia pun sering mengabaikan
nasihat orang tuanya. Mungkin saat dibentak atau dimarahi ia terlihat
diam mendengarkan, tapi sesungguhnya kata-kata orang tuanya hanya dia anggap angin lalu. Masuk ke telinga kanan lalu keluar lewat telinga kiri.

– Tertutup
Orang tua yang temperamental dan suka membentak, tentu akan
menakutkan bagi anak. Ya, anak menjadi takut pada orang tuanya
sendiri, sehingga ia tumbuh menjadi pribadi yang tertutup. Ia tak pernah mau berbagi cerita dengan orang tuanya. Buat apa berbagi kalau nanti ujung- ujungnya ia akan disalahkan?
Dengan demikian, komunikasi antara orang tua dan anak tidak bisa berjalan lancar. Hal ini tentu berbahaya, karena bila menghadapi masalah dan hanya disimpan sendiri, jiwa anak bisa sangat tertekan.

– Pemberontak/ penentang
Anak yang bersikap menentang bisa digolongkan dalam 3 tipe.

Pertama, tipe penentang aktif.
Mereka menjadi anak yang keras kepala, suka membantah dan membangkang apa saja kehendak orang tua. Mereka marah karena
merasa tidak dihargai oleh orang tua. Untuk melawan jelas tak bisa,
karena ia hanya seorang anak kecil. Maka ia pun berusaha menyakiti hati orang tuanya. Ia akan senang bila melihat orang tuanya jengkel dan marah karena ulahnya. Semakin bertambah emosi orang tua, semakin senanglah ia.

Kedua, tipe penentang dengan cara halus. Anak-anak ini jika diperintah
memilih sikap diam, tapi tidak juga memenuhi perintah. Sebagaimana
Abid yang disuruh mandi oleh ibunya, tapi tak juga mau beranjak
dari tempatnya bermain. Saat ia ditinggalkan sendiri di kamar mandi pun, ia tidak segera mandi, malah bermain air atau kapal- kapalan.

Ketiga, tipe selalu terlambat. Anak seperti ini baru mengerjakan suatu perintah setelah terlebih dahulu melihat orang tuanya jengkel, marah, dan
mengomel atau membentak- bentak karena kemalasannya..
Misalnya Angga yang belum mau beranjak dari tempat tidurnya bila belum dibentak atau diomeli ibunya.

– Pemarah, temperamental dan suka membentak
Anak sering meniru sikap orang tuanya. Bila orang tua suka marah
atau ‘main bentak’ karena sebab- sebab sepele, maka anak pun bisa berbuat hal yang sama. Jangan heran bila anak yang diperlakukan
demikian, akan berlaku seperti itu terhadap adiknya atau teman-
temannya.

By :ANDI ALI HARPAN HARUM

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: