# Kisah kerinduan pohon kurma kepada Rasulullah SAW #

Muhammad aku Rindu

M uhammad bagus

M uhammad kubah kata 2

pohon-kurma-muda

pohon kurma buah merah

 

# Kisah kerinduan pohon kurma kepada Rasulullah SAW #

Assalamu’alaikum Sahabat. Sudah 1400 tahun lebih Rasulullah SAW meninggalkan kita. Seberapa seringkah kita merindunya?

Salah satu wujud kecintaan kita kepada Rasulullah SAW adalah dengan mengambil hikmah dari kisah-kisahnya, setuju?

Tahukah bahwa tak hanya umat dan sahabat Nabi, pohon kurma pun ada yang dijamin berada di surga? Berikut kisah singkatnya..

Dahulu, wilayah di mana Masjid Nabawi sekarang berdiri adalah kebun kurma milik dua anak yatim.

Di sekitaran bangunan Masjid terdapat banyak pohon kurma sebagai penghias di pelataran sekitar Masjid.

Di salah satu pokok kurma inilah Rasulullah SAW berdiri dan bersandar sambil memberi khutbah pada umat Islam.

Semakin meningkatnya jumlah umat Islam membuat Nabi berpindah khutbah ke mimbar. Kejadian tidak biasa pun terjadi saat itu..

Ketika Rasulullah SAW berjalan melepas pohon kurma tersebut untuk menuju ke mimbar, terdengarlah suara rintihan..

Rintihan tsb diiringi dengan tangisan & goncangan tanah yang terus bergetar, sehingga para sahabat pun bertanya-tanya..

Ternyata, sumber suara tsb berasal dari batang/pokok pohon kurma, yang tidak bisa menahan rasa rindu dengan Rasulullah SAW..

Rasullullah SAW kemudian mendatangi pohon kurma yang tak jauh dari mimbar tersebut, lalu meletakkan tangannya pada~

~ batang pohon kurma dan mengusap-usapnya dengan perlahan-lahan. Rasulullah saw berkata pada pohon kurma itu: “Jika engkau mau, aku akan jadikan kau dinding masjid ini, akarmu tumbuh lagi, tubuhmu hidup lagi & engkau berbuah lagi.. ~ #KurmaSurga

~ atau jika engkau mau, engkau aku tanam di surga, supaya para wali Allah dapat memakan buah-buahmu..”

Batang kurma itu menjawab: “Saya memilih untuk ditanam di surga sehingga wali-wali Allah dapat memakan buahku..”

Goncangan tanah dan suara rintihan pun berhenti. Rasulullah SAW kemudian kembali pada mimbar dan menyampaikan kejadian tersebut~

~ kepada para sahabatnya. Rasulullah SAW berkata: “Ia (pohon kurma) memilih negeri yang kekal dibandingkan negeri yang fana!”

Kisah ini diceritakan oleh 2 sahabat Nabi, Jabir bin Abdillah R.A & Ibnu Umar R.A dari hadist yang diriwayatkan Bukhari & Tirmidzi.

Jabir bin Abdillah R.A berkata: ”Adalah dahulu Rasulullah SAW berdiri untuk berkhutbah di sebatang pohon kurma, maka ~

~ apabila diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut ~

~ hingga Rasulullah SAW turun kemudian baginda meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut.“ (HR. Bukhari)

Ibnu Umar R.A berkata: “Dahulu Nabi SAW berkhutbah pada sebatang kurma. Apabila baginda telah membuat mimbar, maka ~ #

~ baginda berpindah ke mimbar itu. Batang kurma itu pun merintih. Maka Nabi SAW mendatanginya sambil ~

~ mengeluskan tangannya pada batang kurma itu (untuk menenangkannya).“ – (HR. Bukhari dan Tirmidzi)

Saat ini, batang pohon kurma tsb diberi sejenis pewangi yang disebut Khaluq. Tetap berdiri di ujung kanan Mihrab Mesjid Nabawi sebagai tiang.

Tiang ini pun kemudian dikenal dengan Ustuwanah Mukhallaqah (Tiang yang diberi pewangi). Wallahu a’lam bishawab..

Subhanallah, pohon kurma pun sangat rindu kepada Rasulullah SAW dan tidak ingin jauh dari beliau, bagaimana dengan kita?

Sebatang pohon kurma yang hanya “dijauhi” beberapa meter merasakan kerinduan yang begitu dahsyat, bagaimana dengan kita?

Jarak wilayah dan waktu memisahkan kita dari Rasulullah SAW, semestinya kerinduan kita jauh lebih dahsyat..

Bacalah shalawat & dzikir, hadirilah majelis & kajian keilmuan, juga sunnah2 lainnya, Insya Allah hal tsb menjadi bukti cinta kita..

Semoga kita bisa mendapat syafaat dari Rasulullah SAW kelak di yaumil akhir.. Aamiin ya Rabb.. .

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: