‘YA RASULULLAH,AKU TIDAK MAU BERJUMPA DENGANMU..”

 

Cintai rasoluloh

 

‘YA RASULULLAH,AKU TIDAK MAU BERJUMPA DENGANMU..”

Assalamualaikum Wbt.

Bismillahirahmanirahiim..

Allahumma Solli A’la Sayyidina Muhammad.

Apabila seorang sahabat ditanya,maukah kamu berjumpa dengan Rasulullah SAW?

Dia berkata perlahan namun mampu didengar oleh telinga:
”Ya,Rasulullah,aku tidak mau berjumpa denganmu..”

Kenapa??

Karena dia malu mau berjumpa Nabi SAW.

Malu namun tidak mau karena malu.

Berapa banyak sunnah Nabi SAW sudah istiqamah diikuti? Berapa banyak akhlaq Nabi SAW sudah diteladani? Sudahkah sehabis daya berjuang untuk dakwah umat?

Apa yang akan kamu lakukan jika Rasulullah SAW ada dihadapanmu?

Katanya: ”Aku akan menyembunyikan wajahku dengan kain ini.Lalu mungkin aku akan berlari ke mana saja karena aku berasa sungguh malu dan tidak layak berjumpa Rasulullah.”

Ditanya lagi padanya: ”Tidakkah kamu selama ini mau berjumpa Rasulullah?”

Dibalasnya dengan nada yang sudah serak dan air mata berderaian.

”Ya,aku mau sekali.Aku rindu sekali.Namun aku tidak mau karena malu.”

”Ummati..Ummati..”

Berapa ramai hatinya bergetar saat mendengar kata-kata ini?

Sebuah kata-kata terakhir Rasulullah sebelum menghembuskan nafas yang terakhir,namun sejauh mana kita benar-benar menghayati makna di sebalik kata-kata ini?

Nabi yang tidak pernah berhenti berjasa kepada umat,hatta sehingga kini bahkan Nabi SAW simpan satu doa khusus buat umatnya yang dicintai di akhirat nanti.

Setiap hari Isnin,saat amal setiap umatnya ditunjuk kepada Nabi di alam sana,Nabi SAw syukur jika amal umatnya soleh.

Wahai Kekasih

Jika sebaliknya,Nabi mengucapkan istighfar kepada ALLAH untuk umatnya karena kejelekan amal tersebut.

Namun kita pernahkah ucapkan syukur kepada ALLAH atas nikmat ALLAH bagi dapat berbuat amal.Ketahuilah dapat bersyukur itu sendiri memerlukan syukur!!

Dan adakah kita bermuhasabah dan beristighfar setiap hari atas kekurangan amal kita hari-hari sedangkan nikmatNya banyak belum disyukuri dan ditunaikan haknya??

Nabi SAW rindukan kita semasa Baginda SAW masih hidup,hingga saat-saat akhir nafas Baginda SAW.

Ya Rasulullah… kami merinduimu..

ASSALAMUALAIKA,YA RASULULLAH..MAAFKAN KAMI YA HABIBUNA..

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: