PENTINGNYA MASTURAH KELUAR DI JALAN ALLAH

Dakwah

Cadar belajar

 

#Dakwah Masturoh #

PENTINGNYA MASTURAH KELUAR DI JALAN ALLAH
– Pemimpin keluarga adalah suami tetapi pemimpin rumah tangga adalah
istri
– Ibu adalah madrasahnya anak-anak
– Ibu adalah universitas terbesar bagi anak-anaknya, sikap dan cara
berfikir ibu sangat besar pengaruhnya bagi anak dan penghuni rumahnya,
keluarganya dan lingkungan tetangganya. Karena itu sangat penting bagi
wanita untuk mempunyai pengetahuan dan fikir agama.
– Apabila di rumah, ibu selalu disibukkan dengan urusan rumah tangga
seperti mengurus anak, membersihkan rumah, memasak dll sehingga sulit
untuk belajar agama dengan benar.
– Apabila kita keluar di jalan Allah, maka kita akan berada dalam suasana
yang berbeda, terlepas dari urusan dunia, sehingga kita dapat belajar
agama dengan benar, dan Insyaallah fikir agama bisa masuk
– dalam hati kita.
– Dan apabila pulang ke rumah, kita tahu bahwa kita punya tanggung
jawab untuk menanamkan fikir agama kepada anak-anak kita, pembantu-
pembantu kita, keluarga kita, orang-orang di sekitar kita dan siapapun yang bertemu dengan kita.
– Di akhirat kelak kita akan di soal / ditanya tentang : shalat kita, puasa
kita, zakat kita dan amal perbuatan lainnya. Sebagai muslim, baik laki-laki
maupun wanita mempunyai tanggung jawab da’wah, maka wanita pun
akan diminta pertanggung jawaban ya mengenai da`wah.
– Dari rumah yang ibunya mempunyai fikir agama, maka akan lahir anak-
anak yang shaleh dan shalehah.
– Dari kisah-kisah para nabi, dapat dilihat dari istri nabi yang tidak punya
fikir agama seperti nabi Nuh as. Beliau berda`wah selama 950 tahun hanya mendapat pengikut 83 orang. Anaknya menjadi kafir, kaumnya
dimusnahkan oleh Allah SWT. Nabi Luth as., istrinya menentang da`wah,
anaknya menjadi kafir,
– kaumnya juga dimusnahkan oleh Allah SWT. Sebaliknya nabi Ibrahim as.,
istri-istrinya adalah wanita yang punya fikir agama, sehingga beliau
mendapat banyak pengikut dan dari keturunannya lahir nabi Ishaq as., nabi Yusuf as., nabi Daud as., nabi Sulaiman as., nabi Isa as., dan dari Siti Hajar lahir nabi Ismail as., yang dari keturunannya lahir nabi Muhammad SAW.
– Demikian pula istri-istri Rasulullah SAW mempunyai fikir agama,
terutama Khadijah r.ha yang telah mengorbankan seluruh harta bendanya
untuk penyebaran agama allah SWT, dan beliaulah yang selalu menghibur,
mendorong suaminya untuk si’arnya Islam, sehingga kurang lebih 23 tahun
Nabi berda’wah, seluruh jazirah Arab masuk Islam.
– Setelah nabi wafat perjuangan da’wah dilanjutkan oleh para sahabatnya dengan pengertian dan dorongan para istrinya sehingga tidak beberapa lama 2/3 belahan bumi menjadi Islam. Demikianlah semua ini berkat pengaruh dan fikir kaum wanita.
– Seorang wanita sholehah lebih baik dari 70 aulia, sedangkan wanita yang akhlaknya buruk lebih jahat dari 1000 laki-laki yang jahat dan dia akan menyeret 4 laki-laki keneraka jahannam yaitu :1. suaminya, 2. Bapaknya, 3. Saudara laki-lakinya, 4. Anak laki-lakinya.
– Di zaman ini kerja da’wahpun dimulai dari seorang wanita yang punya
fikir agama yaitu nenek Maulan Ilyas rah.a. Beliau ingin mempunyai
keturunan yang mempunyai fikir agama, maka dinikahkanlah putrinya
dengan seorang ulama dan darinya lahirlah Maulana Ilyas rah.a.
– Jadi sangat perlu sekali wanita ikut ambil bagian dalam usaha da’wah
ini.
– Agama akan sangat lambat sekali perkembangannya apabila para
wanitanya tidak ikut usaha da’wah.
– Ibarat pedati yang mempunyai roda sebelah, maka jalannya pun akan
lama atau seperti seekor burung yang sayapnya patah sebelah.
Jadi pentingnya wanita ikut usaha da’wah karena :
1. Da’wah Rasul pun langsung kepada istrinya
2. Agama Islam tersebar di zaman khulafurrasyidin, 2 orang khalifah masuk
Islam dengan asbab wanita, yaitu : Umar r.a asbabnya adalah adiknya
Fathimah binti Khattab r.ha dan Usman r.a asbabnya adalah bibinya Saudah r.ha.
3. Jumlah wanita lebih banyak daripada laki-laki, jumlah anak-anak lebih
banyak dari wanita, dengan asbab ambil usaha da’wah maka rahmat Islam akan tersebar keseluruh alam.
4. Orang – orang kebathikan memanfaatkan wanita untuk promosi dunia.
5. Apabila wanita paham agama akan rela berkorban habis-habisan.
Seperti Siti Khadijah r.ha dan Sumayyah r.ha.
6. Satu do’a seorang wanita shalehah lebih baik daripada do’a 70 wali. Tetapi satu wanita jahat lebih rusak daripada 1000 laki-laki jahat.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: