“Terjebak Macet Di Akhirat”

 

Macet

Ilmu imam ghazali

Pertanggung jawaban

Pertanggung jawaban 1

Haram uang

 

Amal dan ajalku

 

“Terjebak Macet Di Akhirat”

1. Bismillah. Assalamu’alaikum.

1.Pernah terfikir kalau Terjebak macet di Akhirat?Terjebak macet, siapa yang mau?

2. Jenuh, gerah, bosan, pengap dan bising, itu sebagian alasannya.

3. Terlebih bila berada di dalam sebuah kendaraan yang tidak layak pakai dan dalam waktu yang lama pula.

4. Pendek kata, “macet” telah menjadi suatu momok yang menakutkan.

5. Segala cara dilakukan, baik oleh pribadi maupun institusi, untuk menghindari atau mengurai kemacetan.

6. Mencari jalur alternatif, menentukan waktu yang tepat untuk bepergian.

7. Gak terlupa, memilih kendaraan yang nyaman dan full fasilitas guna membunuh kejenuhan bilamana harus terjebak kemacetan, dan usaha lainnya.

8.Tapi pernahkah kita berpikir, bahwa kemacetan itu bukan hanya terjadi di dunia?

9. Ada kemacetan lain yang jauh lebih mengerikan, yakni di akhirat.

10. Lalu apa pula yang sudah kita persiapkan agar tidak terjebak di dalam kemacetan tersebut?

11. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan dalam sabda beliau,

12. “Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia manfaatkan,

13. … tentang ilmunya apa yang sudah diamalkan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia nafkahkan,

14. … serta tentang tubuhnya untuk apa ia pergunakan”.

15. HR. Tirmidzy dari Abu Barzah al-Aslamy radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan sahih oleh Tirmidzy)

16. Empat jenis pertanggungjawaban di atas inilah yang akan merintangi jalan seorang hamba di akhirat.

17. 1. Umur yang Allah berikan kepada kita di dunia ini, lebih sering kita isi dengan sesuatu yang diridhai-Nya, atau justru sebaliknya?

18. 2. Ilmu yang kita ketahui, seberapa persen yang sudah kita amalkan?

19. 3. Harta yang kita punyai, didapatkan dengan cara seperti apa? Lalu digunakan untuk apa?

20. Pertanyaan ‘double’ inilah yang akan diajukan pada kita kelak, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas harta yang Allah rizkikan pada kita.

21. 4. Tubuh yang kita miliki, lebih banyak kita pergunakan untuk apa? Untuk menjalankan ketaatan kepada Allah kah?

22. Atau untuk berbuat maksiat kepada-Nya?

23. Ketika seluruh karunia bisa kita pertanggungjawabkan dengan baik, saat itulah perjalanan kita berikutnya di alam akhirat akan lancar.

24. Namun, bila justru yang terjadi adalah sebaliknya, maka bersiaplah untuk terjebak macet di akhirat!

25. Kedua kaki ini akan terpancang kaku! Na’udzubillah min dzalik…

26. Berhasil atau tidaknya kita melewati rintangan ini, tergantung taufik dari Allah ta’ala.

27. Juga sejauh mana persiapan kita di dunia ini untuk menghadapi hari yang maha dahsyat. Selamat bersiap-siap menghadapi hari itu!

28. Semoga manfa’at. Dari kajian Ust. Abdullah Zein. Selamat menjalani hari. Assalamu’alaikum.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: