“Untaian Makna Kalimat-Kalimat Bijak Buya Hamka”

 

Buya hamkan

 

“Untaian Makna Kalimat-Kalimat Bijak Buya Hamka”

1.Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau Hamka,singkatan namanya |Sastrawan Indonesia,ulama,ahli filsafat, & aktivis politik.

2.Buya,panggilan untuk orang Minangkabau Berasal dari kata bhs arab abi/abuya yang berarti ayahku atau seseorang yang dihormati.

3.#BuyaHamka menjadi ketua umum MUI yang pertama (1977) | Dia mengecam kebijakan diperbolehkannya merayakan Natal brsama umat Nasrani.

4.#BuyaHamka memutuskan mundur sebagai ketua umum MUI,karena fatwanya yang tidak kunjung dipedulikan oleh pemerintah Indonesia (1981).

5.Hamka adalah seorang otodidak Pembelajar filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat.

6.Tak pernah berhenti menulis #BuyaHamka melahirkan banyak karya tulis sebagai seorang sastrawan jempolan atau jurnalis.

7.Janganlah tertawa melihat orang jatuh, tetapi bersyukurlah kepada Tuhan karena kita sendiri tidak jatuh. (#BuyaHamka)

8.Jangan dilepaskan dari tangan barang yang telah ada, karena mengharapkan barang yang jauh. Syukurilah yg ada. (#BuyaHamka)

9.Ingatlah suatu waktu nikmat yang Allah anugerahkan akan digilirkan kepada orang lain dan diambil dari dalam tanganmu. (#BuyaHamka)

10.jika engkau ditimpa oleh suatu bala bencana, ingatlah bahwa bala bencana itu pun akan dihindarkan daripadamu. (#BuyaHamka)

11.Orang yang pintar adalah orang yang selalu merasa bodoh. Tak pernah berhenti belajar dan terus belajar. (#BuyaHamka)

12.Orang yang bisa berhubungan dengan yang Maha Suci adalah orang yang senantiasa mensucikan diri. (#BuyaHamka)

13.“Sahabat sejati adalah orang-orang yang berkata benar, bukan yang membenarkan kata-katamu.” (#BuyaHamka)

14.HANYA dengan menulis aku menjadi tuan bagi diriku sendiri. (#BuyaHamka)

15.Manusia harus mengingat dimana dia pernah membuat kesalahan, sehingga tidak diulangi. (#BuyaHamka)

16.Apabila bertemu dengan masalah, lihat pangkal awal penyebabnya untuk membuat keputusan guna menyelesaikannya. (#BuyaHamka)

17.Kesalahan-kesalahan kecil apabila dilakukan berulang-ulang akhirnya menjadi kesalahan besar pula. (#BuyaHamka)

18.Bekerja keras dan berusaha maksimal terlebih dahulu, pasti suatu saat akan mendapatkan hasil. (#BuyaHamka)

19.Dalam hidup pasti ada manusia yang memuji dan membenci, tetapi segala sesuatu akan kembali menemui kematian. (#BuyaHamka)

20.Adil ialah menyalahkan yang salah & membenarkan yang benar, mengembalikan hak yang empunya & jangan berlaku zalim di atasnya.

21.Berani menegakkan keadilan, walaupun mengenai diri sendiri, adalah puncak segala keberanian. (#BuyaHamka)

22.Yang benar tetap benar, yang salah tetap salah. Kaya dan miskin di hadapan keadilan adalah sama. (#BuyaHamka)

23.Berkisar dan berpaling dari keadilan kerana dorongan hawa nafsu hanyalah mempersulitkan diri sendiri. (#BuyaHamka)

24.Hawa nafsu membawa kesesatan dan tidak berpedoman Akal menjadi pedoman menuju keutamaan. (#BuyaHamka)

25.Kalau kail panjang sejengkal, jangan laut hendak diduga Jangan melakukan sesuatu yang diluar batas kemampuan. (#BuyaHamka)

26.Kalau tidak berada-ada, tidak tempua bersarang rendah Manusia melakukan sesuatu karena ada tujuan dan maksudnya. (#BuyaHamka)

27.Kusut di ujung tali, tiliklah ke pangkal tali Lihat pangkal penyebab masalah sebelum membuat keputusan guna menyelesaikannya.

28.Karena hanya jauhari jua yang mengenal manikan Jika hendak bicara atau bertindak mesti pandai membaca dan melihat situasi.

29.Melakukan suatu perbuatan itu harus berani, jangan tanggung-tanggung dan harus sampai tuntas. (#BuyaHamka)

30.Manusia harus pandai membalas jasa, pandai menarik hati dan menempatkan diri. (#BuyaHamka)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: