#BerbicaraDenganMayit# by TawasulMustofa.

 

Mayat

Ruh dan dzikir

Kematian tanah

Makam 1

Makam 2

 

#BerbicaraDenganMayit#

1. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as bersama seorang sahabatnya, Habbah al-‘Arani keluar dari kota Kufah.

2. Ketika tiba di kuburan Wadi as-Salam, tiba-tiba Imam Ali as berhenti dan mengucapkan sesuatu.

3. Habbah yang bersama beliau menganggap Imam Ali as tengah membaca doa dan al-Fatihah kepada para penghuni kuburan.

4. Oleh karenanya, ia juga ikut membaca al-Fatihah dan memohon ampun bagi ahli kubur.

5. Tapi ia menyaksikan seakan-akan doa Imam Ali as tidak akan berhenti.

6. Ia lalu menghadapi Imam Ali as dan berkata, “Wahai Abul Hasan! Apakah engkau berdoa untuk para mayit di kuburan ini?”

7. Amirul Mukminin as menjawab, “Benar, tapi ketahuilah bahwa aku juga tengah berbicara dengan mereka.”

8. Habbah terkejut dan berkata, “Apakah orang yang telah mati juga sama seperti kita bisa mendengar dan berbicara?”

9.”Bila tabir di depan matamu dibuka, maka kau akan menyaksikan mereka tengah duduk dalam lingkaran-lingkaran

10. dengan kaki saling merapat sambil berbicara satu dengan lainnya!”. Jawab Imam Ali as

11. Habbah semakin merasa aneh dan kembali bertanya, “Apakah yang Anda katakan ini tentang jasad mereka atau ruhnya?”

12. Beliau kemudian menjawab, “Ini tentang ruh mereka… Setiap orang mukmin yang meninggal dunia,

13. maka ruhnya akan mendatangi Wadi as-Salam. Karena Wadi as-Salam ini bagian dari surga.”

by TawasulMustofa.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: