Tertarik Cara Berpakaian Muslimah, Gadis Amerika Jadi Mualaf

 

Hijaber AS

 

Tertarik Cara Berpakaian Muslimah, Gadis Amerika Jadi Mualaf

Terbersit di hati Latasha untuk menjadi seperti perempuan itu yang terlihat saleh dan sederhana. Dari sinilah perjalanan Latasha mendapatkan hidayah Islam dimulai.

Dream – Latasha, seorang Amerika yang dibesarkan dalam keluarga agama yang ketat. Dia memeluk Islam setelah memperhatikan cara berpakaian perempuan muslim dan kesederhanaannya.

Saat berusia 16 tahun Latasha menjadi sangat taat dalam agamanya. Namun semakin Latasha banyak membaca kitab agamanya, dia justru semakin tidak menemukan jawaban tentang berbagai pertanyaan yang ada di hatinya.

Bahkan untuk mendapat jawaban tentang keraguannya itu, Latasha bersekolah di sebuah sekolah khusus membahas kitab suci agamanya saat usianya menginjak 20 tahun.

Namun tetap saja dia merasa tidak menemukan jawaban. Semakin dia banyak belajar, malah makin banyak pertanyaan yang muncul. Akhirnya dia mengundurkan diri dari sekolah tersebut.

Satu malam, Latasha menyalakan TV dan menonton berita tentang Irak. Saat itu dia menyaksikan seorang perempuan berhijab dan menurutnya itu perempuan tercantik yang pernah dilihatnya.

Meski tertutup kain dari ujung kepala hingga kaki, perempuan di berita itu terlihat sederhana dan menurutnya itu sangat indah. Latasha tahu perempuan itu muslim tapi dia tidak tahu keyakinan macam apa yang dipeluk muslim.

Latasha lebih senang kepada cara berpakaian perempuan itu. Hal ini memicu minatnya untuk mengetahui jenis pakaian perempuan itu. Terbersit di hati Latasha untuk menjadi seperti perempuan itu yang terlihat saleh dan sederhana. Dari sinilah perjalanan Latasha mendapatkan hidayah Islam dimulai.

Dia pun segera mencari kata-kata Muslim Woman Dress atau Muslim Woman Face Veil di internet. Dari sini, Latasha menemukan kata-kata baru seperti hijab dan niqab. Latasha pun rajin mencari-cari informasi mengenai hijab dan niqab namun dia belum menyelidiki tentang Islam.

Di satu sore saat tetangganya mengadakan acara, Latasha ikut bergabung. Dan entah bagaiamana, dia dan tetangganya itu terlibat dalam sebuah diskusi masalah agama.

Tetangganya itu mengatakan sungguh beruntung orang-orang Islam itu karena mereka berdoa hingga lima kali dalam sehari. Pasti Tuhan akan senang dengan mereka.

Latasha hanya mengangguk-angguk tanpa mengerti arah pembicaraan tetangganya itu. Namun dia segera berpamitan pulang dan langsung online untuk mencari tahu tentang keyakinan seorang muslim itu. Latasha sangat kagum pada keyakinan muslim dan sepertinya itu sejalan dengan pencariannya selama ini.

Tapi Latasha masih belum bisa langsung memeluk Islam. Minggu-minggu berikutnya dia bolak-balik ke masjid terdekat yang berjarak 50 mil untuk meminta informasi mengenai Islam. Bahkan dia juga membaca tentang Islam mulai dari pagi-pagi melalui internet.

Setelah beberapa bulan meneliti dan membaca, Latasha memutuskan untuk memeluk Islam. Dia pergi kembali ke masjid dan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Latasha mengatakan setelah menjadi muslim, sebuah kedamaian telah memasuki hati dan jiwanya yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

(Sumber: Onislam.net)

1 Komentar (+add yours?)

  1. diaryrizkhi
    Agu 09, 2014 @ 22:04:50

    Reblogged this on Diary Rizkhi and commented:
    Ini nih yang dinamakan cantik sejati.
    Ijin re-blogging yaaa

    Suka

%d blogger menyukai ini: