Kisah Syeikh Ibrahim Adham & 10 Tanda Hati Mati…

Hati yang mati

 

Kisah Syeikh Ibrahim Adham & 10 Tanda Hati Mati…

Suatu hari ada seorang lelaki yang menemui Ibrahim bin Adham. Dia
berkata, “Wahai Aba Ishak! Selama ini aku gemar bermaksiat. Tolong berikan aku nasihat.”
Setelah mendengar perkataan tersebut Ibrahim berkata, “Jika kamu mau
menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka bolehlah kamu
melakukan maksiat.”
Lelaki itu dengan tidak sabar-sabar bertanya, “Apakah syarat-syarat itu,
wahai Aba Ishak?”
Ibrahim bin Adham berkata:
“Syarat pertama, jika kamu bermaksiat kepada Allah, jangan memakan rezekinya.”
Mendengar itu dia mengenyitkan kening seraya berkata, “Dari mana aku mau makan? Bukankah semua yang ada di bumi ini rezeki Allah?”
“Ya!” tegas Ibrahim bin Adham. “Kalau kamu sudah memahaminya, masih
mampukah memakan rezekinya, sedangkan kamu selalu berkeinginan
melanggar laranganNya?”

“Yang kedua,” kata Ibrahim, “Kalau mau bermaksiat, jangan tinggal di
bumiNya!”
Syarat ini membuat lelaki itu terkejut setengah mati.
Ibrahim kembali berkata kepadanya, “Wahai Abdullah, fikirkanlah, apakah
kamu layak memakan rezekiNya dan tinggal di bumiNya, sedangkan kamu
melanggar segala laranganNya?”
“Ya! Anda benar.” kata lelaki itu.

Dia kemudian menanyakan syarat yang ketiga. Ibrahim menjawab, “Kalau kamu masih mau bermaksiat, carilah tempat tersembunyi yang tidak dapat terlihat olehNya!”
Lelaki itu kembali terperanjat dan berkata, “Wahai Ibrahim, ini nasihat
macam mana? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?”
“Ya, kalau memang yakin demikian, apakah kamu masih berkeinginan
melakukan maksiat?” kata Ibrahim.

Lelaki itu mengangguk dan meminta syarat yang keempat. Ibrahim
melanjutkan, “Kalau malaikat maut datang hendak mencabut rohmu,
katakanlah kepadanya; Ketepikan kematianku dulu. Aku masih mau
bertaubat dan melakukan amal soleh.”
Kemudian lelaki itu menggelengkan kepala dan segera tersadar, “Wahai Ibrahim, mana mungkin malaikat maut akan memenuhi permintaanku?”
“Wahai Abdullah, kalau kamu sudah meyakini bahwa kamu tidak boleh
menunda dan mengundurkan datangnya kematianmu, lalu bagaimana engkau boleh lari dari kemurkaan Allah?”

“Baiklah, apa syarat yang kelima?”
Ibrahim pun menjawab, “Wahai Abdullah kalau malaikat Zabaniyah
datang hendak mengiringmu ke api neraka di hari kiamat nanti, jangan
engkau ikut bersamanya.”
Perkataan tersebut membuat lelaki itu insaf. Dia berkata, “Wahai Aba Ishak, sudah pasti malaikat itu tidak membiarkan aku menolak kehendaknya.”
Dia tidak tahan lagi mendengar perkataan Ibrahim. Air matanya bercucuran. “Mulai saat ini aku bertaubat kepada Allah.” katanya sambil
terisak-isak.

Menurut Syeikh Ibrahim Adham, antara sebab atau tanda-tanda hati mati ialah:
1. Mengaku kenal Allah SWT, tetapi tidak menunaikan hak-hak-Nya.
2. Mengaku cinta kepada Rasulullah SAW, tetapi mengabaikan sunnah
baginda.
3. Membaca al-Quran, tetapi tidak beramal dengan hukum-hukum di
dalamnya.
4. Memakan nikmat-nikmat Allah SWT, tetapi tidak mensyukuri atas
pemberian-Nya.
5. Mengaku syaitan itu musuh, tetapi tidak berjuang menentangnya.
6. Mengaku adanya nikmat syurga, tetapi tidak beramal untuk
mendapatkannya.
7. Mengaku adanya siksa neraka, tetapi tidak berusaha untuk
menjauhinya.
8. Mengaku kematian pasti tiba bagi setiap jiwa, tetapi masih tidak
bersedia untuknya.
9. Menyibukkan diri membuka keaiban orang lain, tetapi lupa akan keaiban
diri sendiri.
10. Menghantar dan menguburkan jenazah/mayat saudara se-Islam,
tetapi tidak mengambil pengajaran dari padanya.

#Zulaikha Ummu Afina#

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: