10 Tips Wanita Agar ‘Selalu’ Bahagia

Bersyukur agar hidup bahagia

Sholat cewe dan Taqwa

Cadar akhlak

 

10 Tips Wanita Agar ‘Selalu’ Bahagia

Bahagia adalah dambaan setiap orang, tidak terkecuali kaum Hawa. Betapa banyak orang melakukan berbagai cara dan mengeluarkan begitu banyak biaya, tetapi tak kunjung merasakan kebahagiaan yang diidam-idamkannya. Nah, berikut 10 kiat “sederhana” agar wanita muslimah lebih mudah bahagia:

1. Bersyukur sejak bangun tidur
Islam mengajarkan, kata-kata pertama yang diucapkan oleh orang yang baru bangun dari tidurnya adalah syukur. “Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nushuur.” Jika doa ini disertai dengan penghayatan, bahwa saat kita bangun sebenarnya adalah nikmat besar karena Allah menghidupkan kita kembali dari tidur, maka kita akan lebih mudah berbahagia. Bayangkan kalau kita tidak bisa bangun lagi. Atau bangun, tiba-tiba semuanya menjadi gelap, mata kita tak bisa lagi melihat. Bersyukurlah, maka engkau akan bahagia.

2. Melihat ‘penderitaan’ yang lebih berat
Sering kali, wanita menjadi tidak bahagia karena ia merasa sedang menghadapi masalah besar. Misalnya sedang sakit, atau suami sedang bermasalah, atau rezeki sedang seret. Wajar sebenarnya, pada kondisi tersebut bahagia sulit dirasa. Namun jika Anda ingin bahagia di saat-saat seperti itu, Anda perlu merasa masalah Anda kecil atau tidak seberapa. Caranya, Anda bisa melihat orang lain yang masalah dan ‘penderitaan’-nya lebih besar, tetapi mereka bisa bahagia.

3. Memahami setiap takdir Allah adalah hal terbaik untuk Anda
Memahami setiap hal yang telah terjadi, setiap hal yang telah menimpa adalah hal terbaik yang ditakdirkan Allah, membuat Anda akan lebih mudah berbahagia. Contoh kecil saat ban motor Anda bocor, Anda bisa bersedih jika fokusnya di bocornya sepeda. Namun, Anda bisa berbahagia jika bisa memahami bahwa itu adalah hal terbaik yang bisa jadi Allah baru saja menyelamatkan Anda dari bahaya tabrakan yang mengintai Anda di depan sana jika Anda terus melaju.

Contoh lain saat Anda berdagang sesuatu tetapi belum berhasil. Anda bisa lebih mudah bahagia saat memiliki paradigma bahwa demikianlah pembelajaran dari Allah agar kemampuan bisnis meningkat, agar Anda belajar cara baru, atau bahkan berdagang sesuatu yang baru.

4. Membiasakan tersenyum
Sebuah nasehat bijak mengatakan, jangan menunggu bahagia untuk tersenyum. Tersenyumlah, maka engkau akan bahagia. Sebuah penelitian menunjukkan, orang-orang yang diminta membaca buku sambil bibirnya tersenyum lebih dapat menikmati buku tersebut daripada orang-orang yang diminta membaca buku sambil cemberut. Jadi, selain kondisi jiwa mempengaruhi bahasa tubuh, ternyata bahasa tubuh yang ‘dibentuk’ juga dapat mempengaruhi kondisi jiwa. Cobalah Anda biasakan tersenyum saat bertemu dan berkomunikasi dengan orang lain, lalu perhatikan perasaan Anda. Lebih bahagia, bukan?

5. Shalat tahajud dan shalat Subuh di awal waktu
Dalam hadits disebutkan bahwa ketika seseorang bangun tidur dan berdoa, lepaslah satu ikatan syetan. Ketika ia berwudhu, lepaslah ikatan kedua. Dan ketika ia menunaikan shalat tahajud, lepaslah ikatan terakhir. Setelah ketiga ikatan syetan itu terlepas dan dilanjutkan dengan shalat Subuh di awal waktu (berjamaah bagi laki-laki), maka paginya dia semangat. Dan semangat ini sangat dekat dengan bahagia. Orang yang hidupnya semangat, yang optimis, dia cenderung lebih mudah bahagia.

6. Membantu orang lain
Tak peduli Anda sedang sedih atau sedang bahagia, membantu orang dengan ikhlas membuat Anda akan lebih berbahagia. Yang membuat Anda bahagia sebenarnya bukanlah ucapan terima kasih, tetapi secara fitrah manusia suka melihat orang lain tertolong dan keluar dari masalah. Terlebih jika yang membantunya adalah diri Anda sendiri.

7. Berdzikir dan berdoa
Seperti disebutkan dalam Surat Ar Ra’du ayat 28, dengan berdzikir kepada Allah, hati menjadi tenang. Hati menjadi damai. Ketika hati sudah tenang dan damai, sebenarnya dari sanalah kebahagiaan itu lahir. Karena kebahagiaan sangat dekat dengan kedamaian. Tidak ada orang yang bisa bahagia sementara ia tidak merasakan ketenangan dan kedamaian.

Berdoalah juga, mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar dilimpahkan kedamaian dan kebaikan.

8. Taat, menjauhi maksiat
Perilaku maksiat dan kezaliman (baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri) adalah penutup hati. Laksana bintik-bintik hitam, setiap maksiat dan kezaliman akan menutupi hati seseorang. Sebaliknya, ketaatan/ibadah adalah laksana cahaya yang menyinari hati. Saat seseorang menjauhi maksiat dan memperbanyak ketaatan, hatinya akan lebih bercahaya. Ia memancarkan ketenangan sekaligus memancarkan kebahagiaan.

9. Membaca kisah Nabi, ulama dan kisah inspirasi
Banyak peristiwa dalam kehidupan ini sesungguhnya adalah peristiwa yang mirip dengan peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya, dengan perbedaan pelaku dan obyeknya. Masalah apa pun yang Anda hadapi, yang karenanya Anda terhalang dari bahagia, sesungguhnya sudah pernah ada. Bahkan masalah yang jauh lebih berat dari masalah Anda. Jika Anda mampu menghadapinya, maka masalah itu akan berakhir dengan “happy ending.”

Untuk mendapatkan semangat, inspirasi dan membuka kebahagiaan sejak menghadapi dan mengatasi problematika kehidupan, Anda perlu membaca kisah Nabi, ulama atau siapapun yang mereka diuji Allah dengan berbagai hal, kemudian mereka sanggup mengatasinya.

10. Bergaullah dengan orang-orang yang optimis
Salah satu faktor yang mempengaruhi jiwa adalah siapa teman Anda. Jika teman-teman Anda adalah orang yang hobinya suka gosip, meratapi diri sendiri dan iri pada orang lain, Anda akan terpengaruh sulit bahagia. Sebaliknya, jika teman-teman Anda adalah orang-orang yang optimis, yang saling memotivasi dan memberikan solusi, maka Anda lebih mudah berbahagia.

Jika teman-teman Anda hobinya adalah hura-hura, boleh jadi Anda ceria saat bersama mereka. Tetapi, keceriaan itu hanya sementara. Setelah acara selesai, keceriaan hilang masalah datang. Dan saat Anda dirundung masalah, biasanya teman seperti itu tidak memberikan solusi yang tepat untuk Anda. Berbeda jika teman Anda adalah wanita-wanita shalihah, yang mereka tidak hanya hadir saat Anda suka cita. Tetapi juga memberikan solusi jika Anda sedang mengalami masalah. Setidaknya, mereka menjadi teman curhat Anda; menghibur Anda sehingga lebih mudah bahagia dan membantu Anda mencari solusi atas problem yang Anda hadapi. [Tim Redaksi Webmuslimah.com]

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: