Tahajud.

Tahajud malam

 

Bila malam bentangkan gelap, ia berdiri

Ia menyesali diri karena takut tiada tara

Ia menjadi teman kesedihan pada siang hari

Bersimpuh dan bermunajat bila malam gelap

Ia berkata, “Kekasihku, Engkau harapanku

Cukuplah Engkau harapan bagi para pengharap

Bukankah Engkau yang memberiku makan dan minum

Engkau juga terus memberiku hidayah, karunia, dan nikmat

Ada rindu dalam bangunku dan ada harap dalam kantukku

Langkahku teguh dalam kemabukan cinta-Mu.”

(Syair Al-Syafii tentang sifat-sifat orang yang bertahajud)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: