“Wow, Cantiknya Istrimu !”

 

Pasangan suami istri mesra

 

“Wow, Cantiknya Istrimu !”

Bismillah. Assalamu’alaikum.

1. Sobat, sebagai seorang suami atau calon suami, bagaimana perasaan kita tatkala mendengar ucapan pujian?

2. Pujiannya juga terselubung bro… “WOOW, CANTIKNYA ISTRI MU”.

3. Kita merasa bangga dan bahkan segera memperkenalkan istri kepada teman kita tersebut atau sebaliknya, kita tersinggung dan marah ?

4. Sobat! Sadarkah kita bahwa ucapan kagum sahabat kita kepada istri kita tersebut bisa saja menjadi awal kehancuran rumah tangga kita.

5. Coba di bayangkan: apa yang akan terjadi bila sahabat kita ternyata rajin memuji istri kita?

6. Sedangkan kita setelah menikahinya jarang atau bahkan tidak lagi merasa perlu untuk memuji kecantikannya ?

7. Atau bayangkan: kalau ternyata sahabat kita itu sering menelpon atau berkirim SMS ke istri kita dan lagi-lagi mengutarakan kekagumannya.

8. Menurut hemat kita: Salahkah istri kita bila merasa tersanjung dengan pujian sahabat kita itu ?

9. Salahkah istri kita bila merasa mendapat perhatian dari sahabat kita yang nampaknya “dengan tulus” memuji kecantikan istri kita ?

10. Dan salahkah istri kita bila akhirnya semakin rajin berdandan dan bersolek agar semakin dikagumi dan dipuji oleh sahabat kita ?

11. Sobat! Bila kita kecewa, marah & cemburu bila istri kita merasa tersanjung & makin rajin bersolek agar terus dipuji oleh sahabat kita,

12. Lalu mengapa kita tidak RAJIN memujinya agar dia tersanjung dan semakin rajin bersolek untuk diri kita ?

13. Aisyah radhiallahu ‘anha mengisahkan: suatu hari di saat beberapa lelaki etiopia bermain anggar (perang-perangan) di dalam masjid,

14. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilku dengan berkata:

15. “Wahai, gadis kecil yang berkulit putih merona (kemerahan), maukah engkau menonton permainan mereka ?

16. Akupun menjawab: tentu saja.” (An Nasai dll)

17. Jadilah suami yang sweet… yang lembut… jangan segan segan memuji istrimu, itu pun juga dengan perkataan lembut sekali…

18. Semoga manfa’at. Ditulis oleh Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri. Assalamu’alaikum.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: