Berbincang Tentang Shalat, Amalan Yang Membuat Hidup Indah . by: @SyarifBaraja

Berdoa kata mutiara

Sholat malas dan tdk khusu

Sholat Khusyuk

Sholat khusyuk

Sholat lima waktu jangan ada alasan

 

# Berbincang Tentang Shalat, Amalan Yang Membuat Hidup Indah #

Shalat adalah amalan kita yang akan menyenangkan Allah, menyelamatkan kita dari berbagai perbuatan keji & mungkar, penolong kita dari segala kesulitan hidup. Tapi kenapa kita tak mau berlari menuju Allah dengan memperbanyak & memperindah Shalat kita?

Berbincang tentang shalat, tentang hal yang menyelamatkan kita. Tentang hal yang menyenangkan Allah.

Berbincang tentang shalat, berbincang tentang amalan yang membuat hidup menjadi indah.

Berbincang tentang shalat, amalan yang mengundang pertolongan Allah dalam hidup kita.

Ketika Allah menolong kita, apakah ada kesulitan yang menghalangi kita?

Ketika Allah menolong kita, apakah ada yang bisa menghambat langkah kita?

Ingatlah, seluruh penghalang langkah kita adalah makhluk Allah. Tak kuasa menentang kehendakNya.

Hingga kita bisa mencapai apa yang kita inginkan. Karena Allah membantu kita.

Atau kita sudah lupa bahwa seluruh makhluk adalah milik Allah, tak kuasa menentang kehendakNya?

Mengapa kita tak mengandalkan Allah, agar membantu kita meraih apa yang kita inginkan?

Mengapa kita berpaling dari Allah, dan mengandalkan makhluk dalam meraih tujuan kita?

Ataukah kita lebih percaya kepada makhluk daripada Sang Khaliq yang menciptakan dan menguasai mereka?

Bercerita tentang shalat, seorang kawan pernah bercerita kepada saya tentang seorang kerabatnya.

Suatu kali, saat liburan, dia tidur di malam hari. Saat terbangun, dia melihat kerabatnya sedang shalat.

Dia tidur lagi, kemudian tak lama terbangun lagi, melihat kerabatnya belum berhenti shalat.

Ternyata kerabatnya itu shalat semalam suntuk. Dia menghabiskan malam dengan shalat.

Kata kawan saya: Di pagi hari, kerabat saya itu nampak lebih fresh daripada saya yang tidur semalam.

Ternyata shalat semalam suntuk tidak membuatnya loyo di pagi hari. Malah fresh, segar.

Kawan saya yang semalaman tidur malah kalah segar. Padahal dia tidur semalam suntuk.

Ada seorang kawannya lagi yang tak kalah aneh. Ceritanya tentang shalat sungguh menakjubkan.

Jika dia sedang malas, maka dia hanya shalat tahajud selama satu setengah jam.

Jika dalam kondisi malas, dia shalat tahajud 1.5 jam, bagaimana jika sedang semangat?

Kisah ini bukan terjadi di zaman sahabat. Tapi di abad 21. Di tahun 2014. Pelakunya masih hidup.

Artinya, orang di zaman ini masih bisa berlari menuju Allah, asalkan berusaha dan memohon bantuanNya.

Kita pun mampu, asal kita memiliki keinginan, berdoa, dan berjalan selangkah demi langkah.

Tapi yang sering terjadi, bukan lemahnya tubuh kita, tapi lemahnya keinginan dalam dada kita.

Kita masih meragukan shalat. Kita masih bertanya dalam hati: apa yang akan kudapatkan jika aku shalat?

Apakah kita masih ragu akan janji Allah, bahwa shalat adalah sarana memohon pertolongan kepadaNya?

Jangan-jangan kita masih ragu bahwa Allah akan menolong kita. Kita masih ragu pada janjiNya.

Atau kita sibuk hidup sehingga tak sempat menelaah kabar ilahi tentang shalat?

by: @SyarifBaraja

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: