Pejabat, dikutip dari buku “250 Wisdoms” oleh Prof. @komar_hidayat

 

Pohon

Pejabat stuktural

Ahok pejabat

Pejabat, dikutip dari buku “250 Wisdoms”

oleh Prof. @komar_hidayat

Sejak masih kecil, kita sering kali mendengar perkataan orang tua bahwa orang yang sukses adalah orang yang bisa menjadi #pejabat.

Dalam perjalanan hidup, tentu selalu punya harapan untuk selalu meningkat dan naik pangkat.

Naik jabatan tak ubahnya seperti keadaan pohon yang tinggi menjulang.

Padahal, semakin tinggi sebuah pohon maka semakin kencang pula angin yang menerpa.

Oleh karena itu, bila ingin menjadi pohon yang tinggi, mulailah dengan memiliki akar yang kuat.

Bukankah pada setiap pohon yang tinggi terdapat akar kuat yang menyangganya?

Akar adalah jati diri. Akar adalah identitas pribadi. Akar merupakan kesinambungan antara keutuhan pohon dengan bumi.

Akar dalam pribadi manusia adalah kesinambungan dengan Sang Pencipta.

Si #pejabat, bila ingin menjadi pohon yang tinggi harus mengakarkan dirinya pada kualitas ilahiyah yang total.

Bukan hanya kepandaian atau kecakapan yang menjadi kekuatan dalam menjabat suatu kedudukan, tapi juga semangat rohaniah penuh kepasrahan.

Bila tidak, yang akan kita saksikan adalah pohon-pohon yang jatuh bertumbangan.

Untuk apa jabatan tinggi jika akhirnya hanya merendahkan keluarga, bangsa, dan martabat diri?

Untuk apa jabatan tinggi bila akhirnya tidak berprestasi, bahkan malah korupsi?

Semoga bermanfaat

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: