“Ketika Suatu Detik Detak Jantung Kita Berhenti….” oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Hasan Basalamah MA.

 

Sakaratul maut menang

Orang cerdik ingat mati

Sakaratul maut tusukan pedang

Mati itu benar

 

“Ketika Suatu Detik Detak Jantung Kita Berhenti….”

1. Bismillah. Assalamu’alaikum. Akhi ukhti…
Apakah kita masih mendengarkan detak jantung kita?
Apakah denyut nadi kita masih terasa?

2. Sejatinya detak jantung dan denyut nadi menuliskan sebuah pesan singkat untuk semua insan manusia.

3. “Sesungguhnya kehidupan itu tidak lain hanyalah hitungan menit dan detik”

4. Akan datang suatu detik yang detak jantung kita berhenti…

5. Diri ini diam seribu bahasa, bungkam tak dapat berbicara.
Keluarga pun sibuk bersegera membawa kita dengan ambulance..

6. Kemudian didorong ke ruang IGD
Perawat memasang infus, selang oksigen dan EKG, alat rekam jantung

7. Semua mata memandang ke monitor EKG yang menunjukan garis datar, pertanda jantung kita telah berhenti berdetak

8. Dokter berkata, “Siapkan alat kejut jantung”
Gel bening dioles. Lalu dokter memberi aba-aba “200 joule, all clear??”
Kitapun dikejutkan.

9. Namun ternyata Monitor EKG masih menunjukan garis datar
Sebagai pertanda jantungmu sudah berhenti berdetak…

10. Masa kontrak kita di dunia ini sudah selesai
Harta benda yang kita miliki tidak sempat kita bawa
Semuanya ditinggal

11. Tangisan perpisahan memecahkan keheningan
Jeritan kesedihan mewarnai ruangan itu
Selamat tinggal

12. MAKA SEBELUM TERLAMBAT
sebelum jantung kita berhenti berdetak bersegeralah untuk mempersiapkan diri

13. Belilah tas yang sebesar mungkin.
Masukkan barang-barang kebutuhanmu…

14. Ingat bahwa perjalananmu panjang, 1 hari sama dengan 1000 tahun
Jalannya gelap dan sempit…
Bawalah lampu yang terang dan banyak

15. Jangan tinggalkan apapun yang bisa kau bawa untuk perjalananmu.

16. CATAT SEMUA YANG AKAN KAU BAWA
Dan jangan menunda-nunda…

17. Jangan pernah menunda… karena jantungmu akan berhenti berdetak secara otomatis
DAN KAU TIDAK TAHU, KAPAN ITU TERJADI

Semoga manfa’at. Ditulis oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Hasan Basalamah MA. Diambil dari WAGroup IslamDiaries. Assalamu’alaikum.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: