” Yang Dibutuhkan Itu Taubatmu.. Bukan Pembenaran Basi” by IslamDiaries

Taubatmu

 

” Yang Dibutuhkan Itu Taubatmu.. Bukan Pembenaran Basi”

Bismillah. Assalamu’alaikum.

1. Pembenaran tidak sama dengan kebenaran. Kebenaran itu satu, tapi pembenaran bisa seribu satu.

2. Jika kebenaran itu selalu didukung fakta, maka pembenaran justru biasanya merekayasa fakta.

3. Bagi setiap kesalahan, ada saja pembenarannya. Sebelum berbuat, akal manusia pun seringkali sudah mengarang sekian banyak pembenarannya.

4. Ah, nggak sampai segitunya kok. Ah, cuma coba-coba. Ah, cuma nyerempet-nyerempet. Ah, cuma sekali. Ah, cuma sesekali.

5. Ah, yang penting nggak merugikan orang lain. Ah, nggak perlu ada orang lain yang tahu.

6. Begitu terus sampai akhirnya tiba pada jurus pamungkas, “Ah, yang penting bertanggung jawab!”

7. Dibuatlah berbagai perbandingan. Lebih baik begini daripada mereka yang tidak bertanggung jawab, mau berbuat tapi ogah mengaku.

8. Sekarang ini ada saja cara untuk memberikan pembenaran. Dengan kata kata.. “Tapi kan gue begini dan begitu…”,

9. Pembenaran memang diciptakan untuk melindungi seseorang dari rasa bersalahnya sendiri.

10. Jangan heran kalau para pecinta pembenaran ini nampak begitu sibuk berteori, berpanjang-panjang untuk membenarkan tindakannya.

11. Ironisnya, semakin panjang teorinya, biasanya akan semakin bertumpuk pula kesalahannya.

12. Satu pembenaran akan membawa pembenaran berikutnya, karena untuk membenarkan kesalahannya, manusia perlu merombak konsep KEBENARAN itu dulu.

13. Karena kita tahu dan paham betul bahwa manusia tidak lepas dari kesalahan, besar maupun kecil, disadari maupun tanpa disengaja

14. Meski manusia dirundung oleh kemaksiatan dan dosa menumpuk, bukan berarti tak ada lagi pintu untuk memperbaiki diri.

15. Karena, betapapun menggunung perbuatan maksiat seorang hamba, namun pintu rahmat selalu terbuka.

16. Manusia diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Yaitu dengan bertaubat… Bukan dengan melakukan Pembenaran…

17. Taubat yang dilakukan haruslah total, yang dikenal dengan taubat nashuha.

18. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

19. Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat.

20. [HR At Tirmidzi, no.2499 dan dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, no. 4391].

21. Allah Ta’ala menyuruh kita untuk segera bertaubat dan beristighfar, karena hal demikian jauh lebih baik daripada larut dalam dosa.

22. Allah Ta’ala berfirman : “Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling,

23. niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan di akhirat;

24. dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi. [At Taubah : 74]

25. Hukum taubat nashuha adalah fardhu ‘ain (menjadi kewajiban setiap individu) atas setiap muslim.

26. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [An Nuur : 31].

27. Allah Ta’ala berfirman: Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. [At Tahriim : 8].

28. Bertaubatlah dengan keikhlasan. Lalu Mengakui dosanya dgn penuh penyesalan. Habis itu Meninggalkan kemaksiatan terus Istiqamah.

29. Teman. Yakinlah bahwa Allah Maha mengetahui dan Maha melihat. Allah mengetahui segala yang tersembunyi & yang disembunyikan di dalam hati.

30. Meskipun kita tidak melihatnya, tetapi Dia pasti melihatnya. Ingatlah, bahwa dosa itu semuanya jelek dan buruk.

31. Pahami akan keagungan Dzat yang kita durhakai, dan jangan melihat kepada kecilnya obyek maksiat, sebagaimana firmanNya.

32. Kabarkan kepada hamba-hambaKu, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

33. … dan bahwa sesungguhnya azabKu adalah azab yang sangat pedih. [Al Hijr : 49- 50].

34. Jadi, yang dibutuhkan itu adalah Taubatmu.. Bukan pembenaran basi..

35. Semoga manfa’at. Assalamu’alaikum

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: