“Tidak Sempat Puasa Syawal Karena Masih Ada Qadha Puasa”

puasa-qadha-crop bagus

Bayar utang puasa

niat-qadha-puasa

Puasa syawal

niat-puasa-enam

“Tidak Sempat Puasa Syawal Karena Masih Ada Qadha Puasa”

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

1. Gimana kalo -TIDAK SEMPAT PUASA SYAWAL KARENA MASIH ADA QADHA’ PUASA –

2. Dalam hadits Abu Ayyub Al Anshori disebutkan,

3. Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”

4. (HR. Muslim no. 116)

5. Nah.. Menurut pendapat terkuat, puasa qadha’ harus didahulukan dari puasa Syawal.

6. Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan,

7. “Barangsiapa mempunyai qodho’ puasa di bulan Ramadhan, lalu ia malah mendahulukan menunaikan puasa sunnah enam hari Syawal,

8. … maka ia tidak memperoleh pahala puasa setahun penuh.

9. Karean keutamaan puasa Syawal (pahala puasa setahun) diperoleh jika ia mengerjakan puasa Ramadhan diikuti puasa 6 hari di bulan Syawal.

10. Dalam kondisi tadi, ia tidak memperoleh pahala tersebut karena puasa Ramadhannya belum sempurna.” (Lathoif Al Ma’arif, hal. 392)

11. Pertanyaan nya… Bagaimana kasus pada wanita muslimah yang sudah barang tentu mengalami haidh, padahal masih punya utang puasa?

12. Bisa jadi mereka hanya sempat melakukan puasa Syawal tiga atau empat hari karena sebelumnya harus menjalankan qodho’ puasa.

13. Ada penjelasan yang amat bagus dari Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah, beliau menjelaskan,

14. “Tidak disyari’atkan mengqodho’ puasa Syawal setelah Syawal baik meninggalkannya karena udzur maupun tidak.

15. Karena puasa Syawal hanyalah puasa sunnah yang sudah terluput.

16. Kami katakan bagi yang sudah melakukan puasa Syawal selama empat hari dan belum sempurna enam hari karena ada alasan syar’i,

17. ‘Ketahuilah bahwa puasa Syawal adalah ibadah yang sunnah, tidak wajib.

18. Engkau akan mendapatkan pahala puasa syawal empat hari yang telah engkau kerjakan.

19. Dan diharapkan engkau akan memperoleh pahala yang sempurna jika engkau meninggalkan puasa Syawal tadi karena ada alasan yang dibenarkan.

20. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

21. “Jika seseorang sakit atau bersafar, maka akan dicatat baginya pahala seperti saat ia mukim (tidak bepergian) dan sehat.”

22. (HR. Bukhari dalam kitab shahihnya).

23. Jadi, engkau tidak memiliki kewajiban qodho’ sama sekali (SETELAH Syawal)’.”
(Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 15: 389, 395.)

24. Dari penjelasan Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berarti wanita yang masih punya utang puasa tidak perlu khawatir jika luput dari puasa Syawal.

25. Jika memang ia luput karena ada udzur, maka lakukanlah semampunya walaupun sehari atau dua hari.

26. Jika kondisinya memang karena ada udzur untuk menunaikan qodho’ puasa,

27. … moga-moga ia dicatat pahala yang sempurna karena puasa Syawal yang luput dari dirinya.

28. Semoga manfa’at.
Didapat dr @MuslimahOrId. Assalamu’alaikum.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: