Wahai kaum Adam,

 

Wahai kaum adam

 

Wahai kaum Adam,

Kalian terlalu baik dan hormat untuk terjatuhkan muru’ah lantaran gojekan/candaan tentang harem/wanita dan ta’addud.

Karena wanita bukan untuk dijadikan bahan gurauan dan cengengesan.

Apakah kalian rela bila Ibu kalian, adik/kakak perempuan kalian, istri kalian dab putri kalian dijadikan bahan candaan?

Apakah kalian akan berdalih, “ah kan bukan wanita di sekitar aku yang dibicarakan, tetapi yang disana”.

“Heiii, bukankah wanita yang kalian bicarakan itu adalah sekaum dengan wanita yang berada di lingkup kalian?!”

Bila kalian telah mampu menikah, menikahlah. Tak manfaat membahas wanita dan wanita tanpa ada kepentingan.

Wanita itu terlalu mulia untuk sekedar kalian ambil sebagai bahan candaan di sesama kaum kalian.

Karena awal kemuliaan dan mulianya kalian juga anak kalian adalah berasal dari rumah kalian yang disana ada wanitanya, bukan?

Atau kalian berdalih bahwa yang kalian gojekkan adalah wanita berpakaian kurang bahan di luar sana?
Iya?? Jika iya, dimana perintah menundukkan pandangan?

Atau kalian membicarakan wanita yang berusaha mulia di rumah-rumah mereka dan tertutup aurat mereka dari yang haram bagi mereka?

Iya?? Jika iya, bila wanita yang seperti itu saja kalian gojekkan, sungguh berarti kalian tak cocok bersanding dengan wanita yang boleh jadi membuat iri bidadari, tapi kalian layak bersanding dengan perempuan yang langsung dibidadarikan, silahkan tembus langit untuk menjemput nya!

Maka, berhentilah membahas wanita tanpa ada kepentingan.

(Suara hati wanita dan istri yang mungkin sama dengan tulisan ini)

https://www.facebook.com/sahira.ummuraziin/posts/622946914493708

[Ummu Fahrian Ida]

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: