FITNAH DUNIA MAYA .

Chating pasangan-online

Dosa maya

00Ge054YvdX

 

*** Jerat-Jerat Fitnah Dunia Maya (nasehat penting agar berhati-hati menggunakan internet) ***

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar….

Kemarin siang,ketika saya membuka sebuah akun, saya menemukan sebuah nasehat yang sangat bagus dari seorang kawan. Bunyinya kurang lebih
seperti ini..
“Sudah berulang kali dibahas, dumay itu bagai pisau bermata dua. memisahkan yang bersisian, atau menyatukan jarak antara seberang lautan.
bisa juga mencerai beraikan cinta kasih, atau menyatukan yang telah lama tidak berjumpa.
Akhwat fillah, mudah2an antunna bisa menjaga diri dari itu semua. menjaga muru’ah antunna, tidak bermudah mudah saling menyapa lawan jenis antunna, atau komen genit antunna. Karena bahkan hanya dengan tulisan antunna, para
ikhwan itu bisa membayangkan bagaimana antunna. Jaga hati antunna, jaga cadar antunna, jangan ketika di jalan tertunduk malu, memilih jalan terpisah jauh memutar daripada harus bersisian jalan dengan para ikhwan itu, atau memilih berdiri di bis daripada antunna harus duduk bersebelahan dengan para ikhwan itu. Tapi di dumay, antunna umbar kata2 manis, foto2 bercadar antunna, menerima setiap pertemanan ikhwan atau bergaul dengan leluasanya.
Akhwat itu fitnah dunia, tempat antunna adalah di rumah.”

Yup, perkembangan teknologi memang ibarat pisau bermata dua. Bermanfaat atau tidak, tergantung bagaimana bijak kita menggunakannya. Ramainya fenomena sosial media, membuat dinding pembatas antara ikhwan dan akhwat semakin
tipis. Bermudah-mudahan saling sapa dan melempar senyum walau hanya diwakili oleh tanda baca berbentuk emoticon. Sampai hilangnya rasa malu sebagian muslim dan muslimah yang mengaku paham bagaimana menjaga batasan dalam bergaul dengan lawan jenis.
Sebagian dari mereka ketika bertemu atau tak sengaja berpapasan dengan lawan jenis di sisi jalan, terutama lawan jenis yang sudah sama- sama ngaji, secara refleks langsung menundukkan pandangan. Bahkan kalau bisa sampai memutar,
mencari jalan lain agar tidak bertemu. Malu, itu alasan mereka.
Sebagian dari mereka, ketika berinteraksi dengan lawan jenisnya di dunia maya, justru berlaku sebaliknya. Bercengkrama, bercanda lepas dan berbincang akrab seperti tidak ada sekat lagi yang membatasi pergaulan keduanya. Berbeda 180
derajat dengan apa yang mereka lakukan di dunia nyata. Dan mereka berdalih atas nama dakwah.
Karena kepentingan dakwah.

Berapa banyak kemaksiatan yang berawal dari sosial media dan lainnya? Berawal dari kekaguman terhadap apa yang ditampilkan, kemudian rasa kagum itu berkembang menjadi rasa cinta. Karena penasaran akhirnya berjanji untuk bertemu, tertarik secara fisik, falling in love, kemudian…. (isi sendiri).
Berapa banyak rumah tangga yang porak poranda dihantam badai perselingkuhan yang penyebabnya adalah kurang terjaganya hijab antara laki-laki dan perempuan di dunia maya? Dari like, turun ke hati, lari ke inbox, lalu ke BBM, kemudian saling bertemu..
Berapa banyak yang merasa tertipu dengan bagusnya status, banyaknya like dan komentar sampai membayangkan, “Coba seandainya suami atau istriku seperti dia.. Sudah shalihah, pintar, ramah, pandai masak, enak diajak ngobrol,
pengertian, bijaksana.. bla bla bla..”.
Dan sederet pesona lainnya, yang terus dihiasi oleh syaithan agar terasa indah dipandang mata, yang membuat hati kita terpikat dan lupa bahwa di sana, ada seseorang yang telah Allah halalkan untuk kita.
Lupa siapa yang menyiapkan secangkir kopi untuk kita setiap pagi, siapa yang telah menjaga harta kita, mengurus rumah dan anak-anak kita selama hampir 24 jam non stop ketika kita keluar untuk bekerja. Lupa siapa yang bekerja keras demi tercukupinya nafkah, siapa yang setia mendampingi kita dari bawah..
Lupa, siapa pasangan hidup yang telah Allah halalkan dalam sebuah ikatan yang kuat, mitsaqan ghaliza. Yang keberadaannya di sisi kita saat ini, lebih pantas untuk disyukuri. Yang telah kita pilih untuk bersama-sama mengarungi bahtera
kehidupan, lengkap dengan segala pasang surutnya..

Hati ini lemah, sedang fitnah menyambar- nyambar. Nggak ada yang bisa menjamin bahwa kita nggak akan terpikat pada pesona lawan jenis di dunia maya. Sepandai-pandainya kita menutup celah, syaithan lebih lihai memasang perangkap dan menghiasi kemaksiatan dengan berbagai bungkus yang seolah “syar’i”.
Saya percaya, sesuatu yang diawali dengan cara yang tidak baik, sesuatu yang diawali dengan cara yang tidak direstuiNya, maka jangan harap di kemudian hari akan menuai barakah. Siapa yang mau dengan ikhwan yang genit dan suka
mengumbar rayuan di dunia maya? Tentunya yang juga sekufu dengannya. Karena akhwat baik-baik tentu mencari ikhwan yang baik-baik, dengan cara yang baik, di tempat yang baik pula.
Laki-laki yang shalih, wanita yang shalihah..
Mereka tidak memandang dan tidak dipandang.
Mereka tersembunyi dalam balutan rapat hijabnya.
Rasa cinta dan kesucian mereka hanya untuk pasangan yang telah Allah halalkan untuknya.
Bukan untuk sembarang orang.
Hati-hati.. Belum tentu dia yang kita kagumi tulisan-tulisannya, sebaik apa yang kita sangka.
Banyaknya pengikut, komentar dan likers bukan jaminan keshalihan seseorang. Banyak akhwat dan ikhwan gadungan baca abal-abal alias KW mencari
mangsa di sosial media. Jangan mudah terpedaya.
The only way you truly get to know a person is after marriage. Carilah jodoh di tempat yang baik, bukan di dunia maya yang setiap orang bisa memalsukan diri menjadi siapapun yang diinginkannya. Telitilah sebelum tertipu dan menyesal di kemudian hari.
Mengutip sebuah judul artikel: jangan cari jodoh di dunia maya, keshalihannya belum tentu nyata.
Semoga Allah senantiasa menjaga kita, suami , anak-anak dan keluarga kita dari bermacam fitnah wanita, harta dan tahta baik di dunia maya maupun nyata. Allaahul musta’an.

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: