“Rasulullah SAW #umiy maksudnya bukan buta huruf” BY : @HabibluthfiYahy

 

Muhammad diary buku

Muhammad 6

 

“Rasulullah SAW #umiy maksudnya bukan buta huruf”

BY : @HabibluthfiYahy

Nabi SAW itu ‘umiy’, tentu maksudnya bukan buta huruf. Tapi tidak butuh membaca. Allah SWT bukan hanya menugaskan tapi juga membekalinya.

Jahiliyah sendiri pengertian yang benar bukan bodoh. Orang Arab sudah melakukan perdagangan ke berbagai wilayah. Jahiliah karena fanatik kesukuan

Orientalis menekankan nenek moyang Arab sebagai “jahiliyah” dengan pengertian bodoh. Supaya Barat apriori dengan Muslim notabene Islam dari Arab

Jadilah muslim yang mmgang prinsip, seperti air laut yang asin meskipn air sungai & hujan tercurah padanya. Jadilah yang berpengaruh bukan terpengaruh

Rasulullah SAW tidak bisa baca tulis? Betul. Tapi bukan karena bodoh, tapi karena Nabi tidak membutuhkan huruf

Sebab ilmu orang yang masih mmbutuhkan huruf adalah terbatas. Karena banyak hal di dunia ini yang tak terjangkau dengan huruf-huruf

Banyak hal yang tak dapat diwakili oleh kata dan bahasa. Adpun Nabi adalah orang yang langsung mendapat pengajaran Allah, sehingga ilmunya luas

Jangan sekali2 mengecilkan ilmu yang Allah berikan pada manusia. Sebab ilmu Allah Maha Luas

“.tidaklah Aku mmberikan ilmu (pengetahuan) kepada kalian kecuali sedkit saja” (Qs. Al-Isra:85)Sedkit sudut pandang Allah, bagi manusia tak terbatas

Bagi makhluk-Nya; ilmu yang ‘sedikit/qalil’ itu tak terbatas. Laut jika diteliti akan melahirkan ratusan doktor kelautan & tak kan habis

Seandainya lautan dijadikan tinta& ditambah beberapa laut lagi untuk menulis ilmu Allah, maka lautan itu akan habis sebelum purna (Kahfi: 109).

Nabi SAW tidak butuh membaca, tapi harus dibaca. Maulid Nabi adalah cara kita membaca Nabi.

Kenapa sahabat tidak mmbaca maulid seperti sekarang? Mereka juga maulid; menghdiri salat Nabi, melihat kepribadiannya. Itu adalah tujuan kita membaca maulid

Maulid, yakni menghadirkan kepribadian Nabi SAW dalam alam fikiran kita. Sehingga kita bisa meneladani beliau SAW.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: