“Mana Yang Kita Dahulukan, Piala Dunia Atau Piala Akhirat?” by @IslamDiaries

 

Bola dunia

Bola

Bola pemain Favorit

 

“Mana Yang Kita Dahulukan, Piala Dunia Atau Piala Akhirat?”

Bismillah. Assalamu’alaikum.

1.Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah. Amma ba’du.

2. Tak terasa bulan Ramadhan semakin dekat menyapa. Tak terasa pula gegap-gempita piala dunia ada di ambang layar kaca.

3. Keduanya menarik bagi para pengikutnya. Yang satu menuntun kepada surga, dan yang satu mengajak pada kepuasan dunia semata.

4. Piala Dunia seolah menjadi perhelatan akbar yang tak boleh dilalaikan oleh para penggemar bola di segenap penjuru dunia.

5. Setiap kesebelasan kebanggaan mereka menjadi simbol semangat dan perjuangan yang selalu dibela.

6. Yel-yel suporter menggoncang stadion dan mendobrak jiwa jawara lapangan hijau.

7. Piala Dunia seolah mengubah jam-jam istirahat menjadi jam-jam sibuk atau jam kerja dengan camilan, dan rokok yang setia menemani.

8. Tadarus pun harus ditunda, atau dibatalkan, atau diringkas seringkas-ringkasnya. Demi menyaksikan aksi striker idola dan pemain pujaan.

9. Sepak terjang wasit telah mengalahkan ustadz dan da’i yang mengisi ceramah dan tausiyah.

10. Ocehan presenter pun lebih menarik daripada alunan suara imam dan mu’adzin yang membelah suasana dan menyejukkan jiwa.

11. Bola yang ditendang kesana-kemari seolah telah menjadi magnet berkekuatan dahsyat yang mampu menarik kelopak mata jutaan pemirsa.

12. Lapangan hijau telah menarik jutaan pasang mata untuk terus memantau siaran-siaran langsung…

13. Piala Dunia jauh lebih menarik dan lebih membuat menyala semangat daripada lembaran-lembaran mushaf atau buku-buku agama.

14. Gol ke gawang menjadi pertunjukan luar biasa yang memalingkan orang dari berdzikir kepada Allah dengan taubat dan istighfar kepada-Nya.

15. Fenomena Piala Dunia, mungkin perlu menjadi bahan renungan kita bersama.

16. Sudahkah kita termasuk golongan orang yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

17. “Akan bisa merasakan manisnya iman orang yang ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul.” (HR. Muslim)

18. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

19. “Ada tiga perkara, barangsiapa yang ketiganya ada pada dirinya maka dia akan merasakan manisnya iman;

20. …yaitu apabila Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada segala sesuatu selain keduanya,

21. … dan tidaklah dia mencintai seseorang kecuali karena Allah,

22. … dan dia benci kembali kepada kekafiran setelah Allah selamatkan dirinya

23. … sebagaimana dia benci apabila dilemparkan ke dalam kobaran api/neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

24. Jadi teman teman.. Di sinilah kiranya cinta kita diuji dan diseleksi. Mana yang kita dahulukan?

25. Allah ta’ala berfirman (yang artinya),

26. “Apakah manusia itu mengira dibiarkan berkata ‘kami beriman’ lalu mereka tidak diuji?” (QS. al-’Ankabut : 2)

27. Sekarang silahkan bertanya pada diri kita masing masing. Tanya pada lubuk hati yang paling dalam.

28. Akankah kecintaan kita kepada bola mengalahkan kecintaan kita kepada semerbak pahala dan kemilau amal salih di bulan yang mulia.

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: