KISAH MASA DEPAN .

Manusia sholat lukisan

 

# KISAH MASA DEPAN #

Banyak Manusia berusaha mencari tahu tentang bagaimana masa depan itu seperti apa. Ada yang melalui sains dan tehnologi maupun dengan berbagai ramalan2 yang tak masuk akal dan lebih parahnya justru yang banyak yang percaya..

Berikut adalah sekelumit “kisah masa depan”, ketika seluruh manusia berkumpul di hari kiamat. Kisah ini disampaikan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya. Dalam kisah itu diceritakan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengumpulkan seluruh manusia dari yang pertama hingga yang terakhir dalam satu daratan. Pada hari itu matahari mendekat kepada mereka, dan manusia ditimpa kesusahan dan penderitaan yang mereka tidak kuasa menahannya.

Lalu di antara mereka ada yang berkata,
“ … Tidakkah kalian lihat apa yang telah menimpa kita, tidakkah kalian mencari orang yang bisa memberikan syafa’at kepada Rabb kalian ? … ”,

Yang lainnya lalu menimpali,
“ … Bapak kalian adalah Adam A’alaissalam …” ,

Akhirnya mereka mendatangi Nabi Adam lalu berkata,
“ … Wahai Adam, Anda bapak manusia, Allah menciptakanmu dengan tangan-Nya, dan meniupkan ruh kepadamu, dan memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadamu, dan menempatkanmu di surga. Tidakkah engkau syafa’ti kami kepada Rabb-mu? Apakah tidak kau saksikan apa yang menimpa kami ? … ”,

Maka Adam as berkata,
“ … Sesungguhnya Rabbku pada hari ini sedang marah yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya, dan sesungguhnya Dia telah melarangku untuk mendekati pohon (khuldi) tapi aku langgar. Nafsi nafsi (aku mengurusi diriku sendiri), pergilah kalian kepada selainku, pergilah kepada Nuh AS … ” ,

Lalu mereka segera pergi menemui Nuh A’laihissalam dan berkata,
“ … Wahai Nuh, engkau adalah Rasul yang diutus ke bumi, dan Allah telah memberikan nama kepadamu seorang hamba yang bersyukur (abdan syakuro), tidakkah engkau saksikan apa yang menimpa kami, tidakkah engkau lihat apa yang terjadi pada kami? Tidakkah engkau beri kami syafa’at menghadap Rabb-mu ? …”,

Maka Nuh as berkata,
“ … Sesungguhnya Rabbku pada hari ini marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Sesungguhnya aku punya doa, yang telah aku gunakan untuk mendoakan (celaka) atas kaumku. Nafsi nafsi, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Ibrahim A’laihissalam ! … ”,

Lalu mereka segera menemui Ibrahim as dan berkata,
“ … Wahai Ibrahim, engkau adalah Nabi dan kekasih Allah dari penduduk bumi, syafa’atilah kami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang menimpa kami ? …”,

Maka Ibrahim as berkata,
“ … Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya, dan sesungguhnya aku telah berbohong tiga kali. Nafsi nafsi, pergilah kalian kepada selainku, pergilah kalian kepada Musa A’laihissalam ! … ”,

Lalu mereka segera pergi ke Musa as , dan berkata,
“ … Wahai Musa, engkau adalah utusan Allah. Allah telah memberikan kelebihan kepadamu dengan risalah dan kalam-Nya atas sekalian manusia. Syafa’atilah kami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang kami alami ? … ”,

Lalu Musa as berkata,
“ … Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini sedang marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dan sesungguhnya aku telah membunuh seseorang yang aku tidak diperintahkan untuk membunuhnya. Nafsi nafsi, pergilah kalian kepada selainku, pergilah kalian kepada Isa A’laihissalam ! … ”,

Lalu mereka pergi menemui Isa as, dan berkata,
“ … Wahai Isa, engkau adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang dilontarkan kepada Maryam, serta ruh dari-Nya. Dan engkau telah berbicara kepada manusia semasa dalam gendongan. Berilah syafa’at kepada kami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang kami alami ? … ”,

Maka Isa as berkata,
“ … Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini sedang marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Nafsi nafsi, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Muhammad SALLALLAAHU’ALAIHI WA SALLAM ! … ”,

Akhirnya mereka mendatangi Muhammad Sallallaahu’alaihi Wa Sallam , dan berkata,
“ … Wahai Muhammad, engkau adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah telah mengampuni dosamu yang lalu maupun yang akan datang. Syafa’atilah kami kepada Rabb-mu, tidakkah kau lihat apa yang kami alami ? … ”,

Lalu Nabi Muhammad Sallallaahu’alaihi Wa Sallam pergi menuju bawah ‘Arsy. Di sana beliau bersujud kepada Rabb, kemudian Allah membukakan kepadanya dari puji-pujian-Nya, dan indahnya pujian atas-Nya, sesuatu yang tidak pernah dibukakan kepada seorangpun sebelum Nabi Muhammad. Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkata kepada Muhammad,

“ … Wahai Muhammad, angkat kepalamu, mintalah, niscaya kau diberi, dan berilah syafa’at niscaya akan dikabulkan ! … ”,

Maka Muhammad Sallallaahu’alaihi Wa Sallam mengangkat kepalanya dan berkata,
“ … Ummatku wahai Rabb-ku, ummatku wahai Rabb-ku,
ummatku wahai Rabb-ku ! … ”,

Lalu disampaikan dari Allah kepadanya,
“ … Wahai Muhammad, masukkan ke surga di antara umatmu yang tanpa hisab dari pintu sebelah kanan dari sekian pintu surga, dan mereka adalah ikut memiliki hak bersama dengan manusia yang lain pada selain pintu tersebut dari pintu-pintu surga … ”,

Di dalam kisah ini, Rasulullah Sallallaahu’alaihi Wa Sallam juga menceritakan bahwa lebar jarak antara kedua sisi pintu surga itu, bagaikan jarak Makkah dan Hajar, atau seperti jarah Makkah dan Bushro. Hajar adalah nama kota besar pusat pemerintahan Bahrain. Sedangkan Bushro adalah kota di Syam. Bisa kita bayangkan, betapa tebalnya pintu-pintu surga itu..

Pada hari itu, Rasulullah Sallallaahu’alaihi Wa Sallam memberi syafa’at kepada ummatnya. Pada hari itu Rasulullah Sallallaahu’alaihi Wa Sallam menjadi sayyid (tuan)nya manusia. Shalawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad Sallallaahu’alaihi Wa Sallam …

[DeAriola Sutan Sari Alam]

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: