Rompi Anti Peluru dari Sabut Kelapa, Karya Siswa SMA

Rompi bocah smp

 

Rompi Anti Peluru dari Sabut Kelapa, Karya Siswa SMA

Lewat bahan organik ringan sabut kelapa, dua siswa SMAN 3 Semarang, Aristio Kevin Ardyaneira Pratama (16) siswa kelas XI Olimpiade dan M. Iqbal Fauzi (15) dari kelas XI MIA 5 berhasil melakukan penelitian yakni membuat rompi anti peluru. Sabut kelapa sendiri dipilih karena dinilai mempunyai daya tahan yang kuat.

Menggandeng TNI, Polisi, dan Perbakin mereka melakukan penelitian selama enam bulan dengan berkali-kali uji coba. Setidaknya empat kali uji coba gagal, berbagai jenis peluru yang dilontarkan masih bisa menembus.

Pada prototype pertama mereka menggunakan fiber, sabut kelapa, dan pelat seng. Namun percobaan itu gagal, peluru dari anggota TNI masih bisa menembusnya. Baru pada percobaan ke lima dan enam, hasilnya mulai terlihat. Peluru M-1911 kaliber 0.45 inchi yang dilontarkan dengan jarak 3 meter mental.

“Sudah diuji coba bisa mental pelurunya. Namun untuk peluru senapan laras panjang masih tembus. Tapi kelebihan rompi ini tidak bisa ditembus benda tajam,” jelas Iqbal.

Kemajuan pesat juga terlihat dari prototype pertama yang memiliki tebal 2,5 cm dan berat 6 kg menjadi hanya setebal 1,35 cm dan berat 3 kg untuk dua lempeng di depan dan belakang rompi. Bahkan biaya produksinya hanya mencapai nilai Rp 800 ribu.

“Lapisannya zigzag, jadi fiber kemudian sabut kelapa kemudian fiber lagi, sabut kelapa lagi, sampe empat lapis direkat pakai resin. Lalu di pres dan dibiarkan seharian,” tambah Kevin menerangkan.

Kini, Kevin dan Iqbal berharap temuan yang mereka bisa dikembangkan dan nantinya bisa menahan jenis peluru yang lebih berat agar bisa dimanfaatkan TNI maupun Polri.

Rompi anti peluru tersebut sudah diikutkan berbagai ajang yaitu 2nd International Science Project Olympiad (ISPrO) 2014 di Jakarta dan memperoleh medali perak, kemudian International Science Project Olimpiad juga meraih medali perak, lalu di ajang Karyacipta Teknologi Tepat Guna di Semarang menyabet juara dua.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: