BETAH .

Cadar anak anak

Cadar anak

Cadar mengajar ngaji anak

cadar kel

Ccadar di pelihara

 

[ Betah di Rumah ]

Belajar untuk betah di rumah itu penting bagi muslimah.
Karena tempat terbaik baginya adalah di dalam RUMAH.
Tidak sedikit dalil baik Alqur’an maupun sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam memerintahkan wanita untuk tidak banyak keluar rumah.

Well,
Tentu ini bukan hal yang mudah dilakukan,
apalagi jika sedari kecil ia terbiasa untuk “berpetualang”
atau bersosialisasi dengan banyak orang,
Syariat yang menganjurkannya untuk tinggal di rumah -bisa jadi- adalah hal yang terasa “sangat” membosankan dan mengekang…

Tapi ingat…
Bahwa syariat bukan diukur dari rasa…
Kita harus yakin bahwa syariat Allah adalah terbaik bagi hambaNya…
Termasuk hal ini.

Untuk itulah penting bagi kita untuk belajar betah di rumah…
Mulailah untuk kembali meluruskan niat bahwa ini adalah salah satu ibadah,
Salah satu pahala yang sangat tinggi nilainya,
bahkan di dalam hadits shahih disamakan dengan jihad fisabilillah…

Bukan tidak boleh keluar, tidak…
tapi jangan juga keterlaluan,
Keluar boleh asal ada keperluan…
Itupun lebih baik jika ada mahram yang menjadi teman perjalanan…

Oleh karenanya,
Mulailah untuk tak lagi banyak mengeluh dengan titel Ibu Rumah Tangga,
Awalilah untuk menyibukkan diri dengan kegiatan bermanfaat di rumah,
Bahkan jika Anda memiliki anak wanita,
Didiklah untuk sedari dini menyukai rumah,
Bukannya sering diajak ke mall atau tempat-tempat yang penuh fitnah,
Yang dengannya kita mewariskan benih- benih kecintaan terhadap dunia…

Nanti anak jadi tidak kreatif?! Jadi tidak bisa bersosialisasi?!
Justru itu tugas Anda sebagai seorang Ibu untuk mencari cara dalam mendidik Anak Anda…
Dengan begitu, Anda akan memiliki kesibukan yang luar biasa…
Tak lagi merasa seperti pengangguran yang merana… -)

Jika masih sendiri,
Ma sya Allah itu justru kesempatan bagi Anda untuk bisa berilmu dan beramal,
Dengannya Anda bisa menghabiskan waktu untuk mendengarkan durus ilmu-ilmu agama, menghafal Al-qur’an dan hadits, merawat orangtua Anda dsb…

Wallaahu a’lam.
via Mutiara Sunnah

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: