#Aku dan Masjidku #

Mesjid jangan dikosongkan

Mesjid aku datang

Mesjid back to

Mesjid jahit

Mesjid back to 3

 

#Aku dan Masjidku #

Sebuah kenangan dan impian akan dekatnya muslim dengan masjid.

Dulu waktu ku kecil selalu ramai dengan anak2 yang mengaji alquran selepas magrib .

Masjid di ujung kampung, meski sederhana hanya terbuat dari bilik bambu dan papan namun meninggalkan kenangan buatku

di masjid nan sederhana itulah aku belajar membaca Alquran, belajar untuk mengenal nabi2-Nya

karena letaknya di ujung kampung, di dekat pesawahan. Seringkali lantunan suara anak2 yang mengaji alquran >>>

>>> beradu dengan suara binatang2 sawah yang ramai bersahutan menghiasi malam, mungkin itu bentuk dzikir mereka pada-Nya

beranjak remaja masjid nan sederhana itu akhirnya berubah juga bahkan di sampingnya berdiri madrasah, untuk anak2 mengaji

lalu ketika Ramadhan datang, kegiatan pun mulai ramai. masjid tak pernah sepi dari kegiatan anak2.

Ba’da Subuh diramaikan dengan kegiatan kuliah subuh, tugas dari sekolah untuk mengisi Buku catatan ramadhan >>>

mengisinya dan tak lupa meminta cap stempel Masjid ketika usai kuliah subuh. Ada rasa bangga ketika cata2n itu terisi penuh

lalu ketika siang menyapa sehabis pulang sekolah, masjid ramai kembali, anak2 mengisi waktu “Ngabuburit” untuk bermain >>>

>>> halaman sekitar masjid menjadi tempat favorit untuk bermain menghabiskan waktu menunggu adzan maghrib

ketika memasuki waktu tarawih, masjid penuh dan Jamaah tak tertampung, aku dan anak2 yang lain lebih memilih berada di teras

agar bisa merasakan udara sejuk malam dan bisa bersenda gurau…

ahh.. semuanya itu tinggal kenangan. Kini anak2 mulai menjauh dari masjid. Masjid mulai sepi

kini sedikit sekali anak2 yang mengaji di masjid. Entahlah, anak2 sekarang lebih senang menonton TV

selepas magrib ketimbang berangkat ke masjid untuk mengaji.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: