Budak Berkulit Hitam By :Abu Fahd NegaraTauhid

 

Kulit hitam

Dahulu Abdullah bin Rawahah radhiyallahu ‘anhu memiliki seorang budak wanita berkulit hitam. Hingga suatu saat ketika marah ia menamparnya kemudian ia menyesal dan mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menceritakan hal itu kepada beliau. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Bagaimana ia wahai Abdullah?” Ia menjawab, “Wanita itu berpuasa, shalat, berwudhu dengan baik dan mengucapkan dua kalimat syahadat.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Ia adalah wanita mukminah.” Abdullah berkata, “Aku akan memerdekakannya dan akan menikahinya.” Lalu ia pun melakukannya. Kemudian ada sebagian orang dari kaum muslimin yang mencemoohnya, mereka mengatakan, “Ia telah menikahi seorang budak.” Dahulu mereka menikahi wanita-wanita musyrikin karena ingin mendapatkan kehormatan dari kedudukan mereka. Lalu turunlah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik daripada wanita musyrik, walaupun dia menarik bagimu.” (QS Al-Baqarah : 221)

Ada yang mengatakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Khansaa’ budak wanita hitam milik Hudzaifah al-Yaman radhiyallahu ‘anhu. Hudzaifah berkata kepadanya, “Hai Khansaa’ engkau telah disebut-sebut di kalangan malaikat yang tinggi, meskipun parasmu jelek dan kulitmu hitam, Allah telah menyebutmu dalam Kitab-Nya.” Lalu Hudzaifah memerdekakannya dan menikahinya.” [Al-Jami’ li Ahkaamil Qur’an, Al-Qurthubi (IV/7), Ibnu Katsir (I/307), dan Fathul Qadir (I/225)]

Ket: Foto diatas hanya illustrasi

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: